ADIL KEADILAN DAN KEBENARAN

Posted on Updated on

Catatan :
Pengertian-pengertian keadilan dan kebenaran itu sangat dekat. Karena dalam Alkitab Terjemahan Baru Indonesia beberapa istilah Ibrani dan Yunani diterjemahkan dengan kedua istilah bahasa Indonesia ini, maka uraian di bawah ini disusun menurut kata-kata Ibrani dan Yunani.

* Mazmur 116:5
LAI TB, TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.
KJV, Gracious is the LORD, and righteous; yea, our God is merciful.
Hebrew,
חַנּוּן יְהֹוָה וְצַדִּיק וֵאלֹהֵינוּ מְרַחֵם׃
Translit, KHANUN YEHOVAH (dibaca: ‘Adonay) VETSADIQ VELOHEYNU MERAKHEM

ALLAH itu ADIL, bersifat adil berarti bahwa Allah menopang tatanan moral semesta alam, dan dalam perlakuan-Nya terhadap umat manusia Ia bersikap benar dan tidak berdosa. Tekad Allah untuk menghukum orang berdosa dengan maut bersumber pada keadilan-Nya; Ia marah terhadap dosa karena Ia mengasihi kebenaran. Dia menyatakan murka-Nya terhadap segala bentuk kefasikan, khususnya penyembahan berhala, ketidakpercayaan, dan perlakuan tidak adil terhadap sesama manusia. Yesus Kristus, yang juga disebut sebagai ‘Orang Benar’ juga mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan. Perhatikan bahwa keadilan Allah tidak bertentangan dengan kasih-Nya. Sebaliknya, untuk memuaskan keadilan-Nyalah Dia mengutus Yesus ke dalam dunia sebagai karunia kasih-Nya dan sebagai korban-Nya karena dosa demi kita, supaya memperdamaikan kita dengan diri-Nya sendiri. Penyataan Allah yang terakhir akan Diri-Nya ialah Yesus Kristus; dengan kata lain, jikalau kita ingin sepenuhnya mengerti kepribadian Allah, kita harus memandang kepada Kristus, sebab dalam Dia berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan.
 

* Kejadian 18:19
LAI TB, Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”
KJV, For I know him, that he will command his children and his household after him, and they shall keep the way of the LORD, to do justice and judgment; that the LORD may bring upon Abraham that which he hath spoken of him.
Hebrew,
כִּי יְדַעְתִּיו לְמַעַן אֲשֶׁר יְצַוֶּה אֶת־בָּנָיו וְאֶת־בֵּיתֹו אַחֲרָיו וְשָׁמְרוּ דֶּרֶךְ יְהוָה לַעֲשֹׂות צְדָקָה וּמִשְׁפָּט לְמַעַן הָבִיא יְהוָה עַל־אַבְרָהָם אֵת אֲשֶׁר־דִּבֶּר עָלָיו׃
Translit, KI YEDATIV LEMA’AN ‘ASYER YETSAVEH ‘ET-BANAV VE’ET-BEITO ‘AKHARAV VESYAMRU DEREKH YEHOVAH (dibaca ‘Adonay) LA’ASOTTSEDAQAH UMISYPAT LEMA’AN HAVI ‘YEHOVAH (dibaca ‘Adonay) ‘AL-‘AVRAHAM ‘ET ‘ASYER-DIBER ‘ALAV

1. מִשְׁפָּט – MISYPAT. Arti dasar kata ini ialah, bahwa ada cara yg benar bagi seseorang untuk membawakan diri, dan cara yang benar untuk memperlakukan orang lain. Perangai atau tingkah laku ini dapat dipaksakan secara hukum. Proses menyatakan hak perseorangan ialah keadilan, dan jika seseorang melakukan kejahatan maka benarlah bahwa dia patut dihukum. Hak-hak Allah terungkap dalam undang-undang yg diberikan-Nya kepada manusia. Misypat berarti juga kepu-tusan yang tepat yg diberikan mengenai masalah-masalah yg sukar, khususnya oleh Urim dan Tumim (lihat tabernakel-vt318.html#p6908 ).

Ayat-ayat terkait:

Hak : Keluaran 23:6; Ulangan 10: 18; Yesaya 49:4
Keadilan: Kejadian 18:19; Ulangan 6:19; 2 Samuel 8:15; Ayub 8:3;Yesaya 1:17
Penghukuman : Mazmur 105:5; Yeremia 51:9; Hosea 5:l
Peraturan : Keluaran 21: I; Ulangan 4: 1; Yehezkiel 5:6
Hukum : Mazmur 19:11; 103:6: 119:7 dll
Keputusan : Keluaran 28: 15; Bilangan 27:21; Ulangan 17:8-9; 1 Raja 3:28.

* 2 Samuel 8:15
LAI TB, Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.
KJV, And David reigned over all Israel; and David executed judgment and justice unto all his people.
Hebrew,
וַיִּמְלֹךְ דָּוִד עַל־כָּל־יִשְׂרָאֵל וַיְהִי דָוִד עֹשֶׂה מִשְׁפָּט וּצְדָקָה לְכָל־עַמֹּו׃
Translit, VAYIMLOKH DAVID ‘AL-KOL-YISRA’EL VAYEHI DAVID ‘OSEH MISYPAT UTSEDAQAH LEKHOL-AMO

2. צְדָקָה – TSEDAQAH (dan kata-kata seakar).

Kata ini mempunyai aneka pengertian. Arti pertama agaknya ialah kelurusan secara harfiah. Tapi sudah sejak zaman Bapak leluhur tsedaqa mempunyai arti rohani, yaitu sesuai dengan suatu ukuran yang diterima. Umpamanya hidup Yakub yg memenuhi syarat-syarat perjanjiannya untuk menggembalakan domba Laban. disebutTSEDAQAH (‘kejujuranku‘, Kejadian 30:33). Musa membicarakan neraca-neraca dan batu-batu timbangan yang betul (Imamat 19:36) atau utuh dan tepat (Ulangan 25:15) – terjemahan צֶדֶק – TSEDEQ: ia menuntut supaya para hakim Israel menghakimi dengan pengadilan yang adil (juga TSEDEQ), Ulangan 16: 18, 20. Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar ( צַדִּיק – TSADIQ) sehingga orang lain menunjukkan kepalsuannya (Amsal 18:17). Bahkan benda-benda mati bisa menjadi TSEDEQ, umpamanya Mazmur 23:3, jalan yang benar, yang berarti jalan-jalan yang bisa dijalani oleh seseorang.

Karena ukuran tertinggi dalam hidup manusia diturunkan dari Tuhan, maka sesudah zaman Musa (bndingkan Ulangan 32:4) TSEDAQAH berarti kehendak Allah dan tindakan-tindakan yang diakibatkannya. “Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!” (Wahyu 15:3). Ayub bertanya, “Masakan rnanusia benar di hadapan Allah?” (Ayub 9:2). Tuhan ‘walaupun kaya akan kebenaran Ia tidak menindasnya’ (Ayub 37:23), karena tindakan Allah yg senantiasa bertindak sesuai dengan ukuran-Nya sendiri, senantiasa sempuma dan adil (Zefanya 3:5; Mazmur 89: 14). צִדְקָתְךָ – TSIDQATKHA (keadilan-Mu) dapat menggambarkan pemeliharaan Allah akan hidup manusia dan binatang (Mazrnur 36:7), dan Allah ‘selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yg lurus (Yesaya 45: 19),

Sesudah ini, melalui peralihan yang wajar, TSEDAQAH menjabarkan ukuran susila yang dipakai Allah untuk mengukur tindak tanduk manusia. Ia menetapkannya di hadapan mereka (Yesaya 26:7), mereka patut TSADIQ, kalau mereka hidup di hadapan Allah (Kejadian 6:9), dan dalam PB pelaku-pelaku dari Tauratlah yang dibenarkan di hadapan Allah (Roma 2:13). Keinginan Allah supaya hidup manusia sungguh-sungguh sesuai dengan susila yang dikehendaki-Nya, secara khusus di-bebankan kepada raja-raja (2 Samuel 8:15; Yeremia 22:15b), tapi setiap orang percaya yang benar diharapkan untuk melakukan TSEDAQAH (Mazmur 119: 121; Amsal 1:3). TSEDAQAH ialah ciri khusus dari Mesias (Yesaya 9:6; Zakharia 9:9). Dalam syair-syair PL ada beberapa pemyataan akan kebenaran diri sendiri (umpamanya di Mazmur 18:20-24; Ayub 12:4), tapi pernyataan-pernyataan ini lebih mengartikan bahwa si pembicara bebas dari tuduhan-tuduhan tertentu (Mazrnur 7:5-6), atau bahwa maksud hatinya sungguh-sungguh murni dan penyerahan dirinya tulus ikhlas, daripada merupakan tuntutan bahwa hidupnya tanpa cacat. Yehezkiel 18:9 melukiskan TSEDAQAH yg bisa dicapai oleh manusia dalam semangat hukum Taurat.

Berhubungan dengan pemerintahan ilahi, keadilan dan kebenaran menunjuk khususnya pada hukuman. Firaun mengaku, [color=green]”Tuhan itu yang benar, aku dan rakyatkulah yang bersalah” (Keluaran 9:27), dan penjahat yang disalibkan berseru, “Kita memang selayaknya dihukum” (Lukas 23:41). Tuhan tidak dapat menutup mata terhadap kejahatan (Habakuk 1:13), dan tak akan membengkokkan kebenaran (Ayub 8:3). Orang-orang kafir di Malta juga percaya kepada hukuman ilahi, apa yang mereka sebut Dewi Keadilan (Kisah 28:4). Keadilan Allah yang menghukum diibaratkan sebagai api yang menghanguskan (Ulangan 32:22; Ibr 12:29), dan orang jahat selayaknya mendapat hukuman (Roma 3:8).

Sejak zaman para hakim dan seterusnya, TSEDAQAH dipakai juga tentang tindakan-tindakan pembelaan Allah bagi orang-orang yang dianggap layak rnenerirnanya. dan dalam pengertian ini diterjemahkan dengan ‘adil ‘: Hakim 5:11 ‘perbuatan Allah yang adil’. Tindakan-tindakan ini disebut dalam 2 Samuel 15:4; Amsal 3:33; Yesaya 58:2-3. Walaupun campur-tangan Allah mungkin ditunda, namun Ia akan menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan belas kasihan kepada umat-Nya (Yoel 2: 18). Tapi gagasan ini membawa kita pada suatu segi tsedaqa yg lain lagi. Dalam Mazmur 51: 16 Daud berjanji bahwa lidahnya akan bersorak-sorai memberitakan keadilan Tuhan; maksudnya bukan pembenaran (ia mengaku sudah berbuat dosa) tapi pengampunan. TSEDAQAH telah dihubungkan dengan penebusan; Tuhan memenuhi janji-Nya sendiri akan penyelamatan, walaupun manusia tidak layak menerimanya (bandingkan Mazmur 31:1; 103:17; 143:1). Yesaya 45:21 menyebut ‘Allah yang adil dan Juruselamat, artinya. Ia Juruselamat sebab adil. 1 Yohanes 1:9 menyebut Allah adil sebab Ia mengampuni dosa-dosa kita. Namun dalam Roma 3:26, kita masih harus mengerti ‘benar ‘ dalam artinya yang lama. yaitu adil dalam hal menghukum.

PL juga mengenal suatu TSEDAQAH yang merupakan pemberian Allah kepada mereka yang percaya. Kejadian 15:6; Habakul 2:4. menyebut kebenaran ini, yang diterima karena ketergantungan manusia kepada rahmat Tuhan. Yesaya 54: 17 berbicara tentang kebenaran yg hamba-hamba Tuhan terima dari Dia. Dalam Tuhan ada suatu TSEDAQAH yg oleh kasih karunia-Nya menjadi milik seorang percaya (Yesaya 45:24). Kebenaran diri kita sama sekali tidak lengkap (Yesaya 64:6). tapi di dalam Tuhan ‘seluruh keturunan Israel akan nyata benar ‘ (Yesaya 45:25). Satu abad kemudian. Yeremia menyebut Yehuda dan Tuhan sebagai ‘tempat kediaman kebenaran (Yeremia 31:23). yaitu sumber kebenaran bagi orang yang percaya (lihat Laetsch, Biblical Commentary, Jeremiah. 1952, hlm 254. 191-192). Tapi sebagaimana Tuhan mengaruniakan kasih karunia-Nya atas orang yang tidak layak, demikian pula umat-Nya harus ‘usahakanlah keadilan ‘ (Yesaya 1:17) dan mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil (Yeremia 22: 16). TSEDAQAH telah menjadi berarti ‘kebaikan ‘.

Sesudah Zaman Pembuangan, Kata Aram צִדְקָה – TSIDQAH menjadi suatu istilah yang berarti ‘sedekah‘ (kata serapan Arab), memberi uang kepada orang miskin (Daniel 4:27; Mazmur 112:9; bandingkan Matius 6:1).

Teladan TSIDQAH dalam segala artinya ialah Yesus Kristus, Ibrani 4:5 menyebut hidup-Nya yang benar, tanpa cela, yang lebih baik daripada kehidupan ahli Taurat dan orang Farisi (Matius 5:20). Ia menyerahkan hidup-Nya bagi orang lain (Yohanes 15: 13). la datang supaya Allah dapat mantap tetap benar walaupun Ia membenarkan orang yang berbuat dosa bila mereka percaya kepada Yesus (Roma 3:26), supaya orang Kristen bisa berada dalam Dia yang membenarkan dan menguduskan mereka (1 Korintus 1:30).

* Matius 5:10 
LAI TB, Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
KJV, Blessed are they which are persecuted for righteousness’ sake: for theirs is the kingdom of heaven.
TR, μακαριοι οι δεδιωγμενοι ενεκεν δικαιοσυνης οτι αυτων εστιν η βασιλεια των ουρανων
Translit Interlinear, makarioi hoi dediôgmenoi eneken dikaiosunês hoti autôn estin hê basileia tôn ouranôn

3. δικαιοσυνη – DIKAIOSUNÊ . yang terdapat 94 kali dalam PB, adalah kata Yunani yang sepadan dengan kata Ibrani TSEDAQAH. Biasanya kata itu diterjemahkan ‘kebenaran ‘. tapi dalam 2 Korintus 6:7; 1 Timotius 6: 11; 2 Timotius 2:22; Ibrani 1:9; 2 Petrus 1:1 sebagai ‘keadilan ‘. Di tempat-tempat lain terdapat terjernahan-terjernahan lain; ‘kehendak Allah’ dalam Matius 3:15, ‘hidup keagamaan ‘ dalam Mat 5:20, ‘pernbenaran dalam 2 Korintus 3:9, ‘perbuatan yang baik ‘ dalam Titus 3:5.

Pemakaian DIKAIOSUNÊ sudah dipengaruhi oleh bahasa Ibrani TSEDAQAH. tapi khususnya bagi Paulus pikiran utama ialah pengakuan. bahwa keadilbenaran manusia mustahil cukup untuk memenuhi ukuran Allah. Paulus membedakan keadilan yang dicapai oleh usaha moral (apa yang disebutnya ‘kebenaran karena menaati hukum Taurat) (Filipi 3 :9) dan kebenaran yang merupakan pemberian dari Tuhan.

Kebenaran ini bersumber pada Tuhan (Filipi 3:9) dan diterima sebagai anugerah berdasarkan karya Kristus (Roma 5:17). Kebenaran ini ialah kebenaran yang dicapai Kristus sendiri dalam ketaatan-Nva yang sernpurna pada kehendak Bapak dalam hidup dan mati, dalam mana Ia memikul kutuk Allah akibat pelanggaran-pelanggaran hukum ilahi. Keselamatan tercapai melalui suatu pertukaran secara absah antara orang berdosa dan Juruselamat: orang berdosa itu menerima kebenaran Kristus, Kristus dibuat menjadi dosa (2 Korintus 5:21: bandingkan 1 Korintus 1:30: 2 Petrus 1:1). Pemberian ini diberikan Tuhan kepada semua orang yang percaya (Roma 3:22) dan merupakan dasar pembenaran (Roma 5:18). Mereka yang dibedung dalam kebenaran ini dibenarkan dan diterima sebagai benar di hadapan Pengadilan Allah (Roma 3:26). Bahwa Allah telah menyediakan pembenaran ini bagi orang-orang berdosa. merupakan kenyataan pusat dari Injil (Roma 1:17). Kebenaran ini tidak tergantung pada tingkat kita menaati hukurn Allah (Roma 3:21). karena iru adalah berdasarkan ketaatan Kristus yg sempurna kepada hukum dan kehendak Allah. Ajaran ini menurut Paulus bukan baru. tapi terdapat dalam PB (Roma 3:21). Ia mengutip Habakum dalam Roma 1:17. dan berbicara panjang tentang Abraham, yang dibenarkan oleh iman (Roma 4:3).

DIKAIOSUNÊ berarti penyesuaian dengan hukum, khusus-nya Hukum ilahi: Kristus memenuhi kebenaran, baik dalam hal la menaati Hukum Allah dalam kehidupan-Nya, maupun dalam hal Ia menerima hukuman Allah yg adil at as dosa dalam kernatian-Nya. Kebangkitan dan peninggian-Nya merupakan pengukuhan dan pensahihan bagi kebenaran-Nya (Ibrani 2:9: bandingkan Roma 2:7).

Artikel terkait : KEBENARAN, di kebenaran-vt716.html#p1646

* Yeremia 10:10
LAI TB, Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.
KJV, But the LORD is the true God, he is the living God, and an everlasting king: at his wrath the earth shall tremble, and the nations shall not be able to abide his indignation.
Hebrew,
וַיהוָה אֱלֹהִים אֱמֶת הוּא־אֱלֹהִים חַיִּים וּמֶלֶךְ עֹולָם מִקִּצְפֹּו תִּרְעַשׁ הָאָרֶץ וְלֹא־יָכִלוּ גֹויִם זַעְמֹו׃ ס
Translit, VAYEHOVAH (dibaca : Va’Adonay) ‘ELOHIM ‘EMET HU-‘ELOHIM KHAYIM UMELEKH ‘OLAM MIQITSPO TIR’ASY HA’ARETS VELO-YAKHILU GOYIM ZAMO

4. אֱמֶת – ‘EMET di PL dipakai dalam dua pengertian, Pertama, membicarakan kejadian-kejadian, apakah ‘benar ‘ atau ‘bohong ‘: umpamanya Ulangan 17:4; 1 Raja 10:6: ‘benar’. Tapi jauh lebih lazim kat a itu dikenakan kepada sifat terpercayanya sese-orang, dan dalam hal ini emet diterjemahkan ‘setia’. Sifat terpercaya ini adalah salah satu sifat Allah (Mazmur 31:6; Yeremia 10:10, Mazmur 108:4; Mazmur 146:6) yang tetap setia untuk selama-lamanya. “Ia menghakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya dan mengirim kasih setia-Nya dan kebenaran” (Mazmur 57:4b), Firman-Nya tetap untuk selama-lamanya (Mazmur 119:89) dan perintah-perintah-Nya benar (Mazmur 119: 151). ‘EMET adalah jawaban manusia kepada Allah dalam menaati hukum dan peraturan-Nya, dan merupakan dasar bagi persekutuan manusia; dari situlah timbul larangan dalam Keluaran 20:16 dan Ulangan 5:20.

* Yohanes 14:6 
Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’
KJV, Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the Father, but by me.
TR, λεγει αυτω ο ιησους εγω ειμι η οδος και η αληθεια και η ζωη ουδεις ερχεται προς τον πατερα ει μη δι εμου
Interlinear : legei autô ho iêsous egô eimi hê hodos kai hê alêtheia kai hê zôê oudeis erkhetai pros ton patera ei mê di emou

5. αληθεια – ALÊTHEIA beserta kata-kata yang berkaitan dalam bahasa Yunani menunjuk kepada kebenaran secara budi. ‘Seperti dalam bahasa hukum aletheia adalah duduk perkara yang nyata, yang masih harus dibuktikan terhadap berbagai pernyataan-pernyataan yang dikemukan oleh para pihak dalam pengadilan; begitu juga dalam bidang sejarah, ALÊTHEIA adalah duduk kejadian yg nyata seeara ilmu sejarah dikontraskan dengan dongeng, dan dalam ilmu filsafat hal yg sungguh-sungguh nyata, dalam arti yg mutlak ‘ (Bultmann, Theological Words on New Testament). Tapi dalam PB ALÊTHEIA bersama kata-kata serumpunnya sudah dipengaruhi oleh kata Ibrani ‘EMET dan kadang-kadang sukar untuk mengetahui, apakah arti setepatnya dari kata-kata yang dimaksud.

Pengertian Ibrani dari sifat terpercaya mendominasi ayat-ayat seperti Roma 3:7; 15:8 (tentang Allah) dan 2 Korintus 7: 14; Efesus 5:9 (tentang manusia). Kesetiaan Allah adalah suatu gagasan yang terkandung di seluruh PB.

Ada juga pengertian Yunani akan sesuatu yang sungguh nyata dan lengkap, sebagai lawan dari sesuatu yang palsu dan yg tidak sempuma (misalnya Efesus 4:25); iman Kristen adalah khas kebenaran (Galatia 2:5; Efesus1:13), Pemakaian ini secara khusus terdapat dalam Yohanes. Yesus menyatakan bahwa Dia ialah kebenaran yang dipersonifikasikan (Yohanes 14:6); di dalam Dia kebenaran itu datang, Roh Kudus memimpin orang ke dalam kehenaran itu (16:13; bnd 14:17; 1 Yohanes 4:6), sehingga para murid Yesus mengetahuinya (Yohanes 8:32; 2 Yohanes 1), melakukannya (Yohanes 3:21), dan hidup di dalamnya (Yohanes 8:44). Firman kebenaran itu melahirkan kita kembali (Yakobus 1:18) dan kebenaran itu harus ditaati (Roma 2:8; Galatia 5:7).

Kata sifat αληθινος – ALÊTHINOS kadang-kadang mengandung pengertian ‘sejati‘. Artinya. sesuatu yang sungguh benar sebagai lawan dari hanya rupa saja atau tiruan. Dengan demikian Yesus ialah pelayan dari Kemah Sejati, sebagai lawan bayang-bayang dari upacara keimaman (Ibrani 8:2 dab), Yesus ialah kenyataan yang abadi (‘yang benar), yang dilambangkan oleh roti dan anggur (Yohanes 6:32; 15:1). Begitu juga para penyembah yang benar (Yohanes 4:23), maksudnya bukan terutama sungguh-sungguh tapi sejati: ibadah mereka adalah benar-benar mendekati Allah, yang Roh itu, secara sungguh-sungguh. sebagai lawan dari ibadah formal-formalan, yang mengikat Allah hanya di Yerusalem atau Gunung Gerizim (Yohanes 4:21, lihat artikel di penyembah-sejati-the-true-worshipers-vt283.html#p617 ); upacara-upacara demikian paling banter hanya dapat melambangkan Allah dan senantiasa ada kemungkinan menggambarkan Allah secara salah.

Artikel terkait :
KEBENARAN, di kebenaran-vt716.html#p1646

AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, di viewtopic.php?p=467#467

PENYEMBAH SEJATI (The true worshipers), di penyembah-sejati-the-true-worshipers-vt283.html#p617

Blessings,
BP
January 14, 2011

Sumber:
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol 1, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2004, hlm 11-13.