Apa perlunya Yesus datang ke dunia..??

Posted on

Malaikat Gabriel dengan amat jelas menjawab pertanyaan diatas dengan memperinci enam nama/gelar Yesus dalam peran yang akan dijalaniNya, sebagai berikut :

I. NAMA/GELAR YESUS KRISTUS

1. Gabriel menyampaikan nama Yesus

Tidak ada nama manusia yang diberikan Allah langsung kepada kedua orang-tua sang anak. Nama Yesus diberikan Allah lewat malaikat Gabriel :

* Lukas 1:31
LAI TB, Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus
KJV, And, behold, thou shalt conceive in thy womb, and bring forth a son, and shalt call his name JESUS.
TR, και ιδου συλληψη εν γαστρι και τεξη υιον και καλεσεις το ονομα αυτου ιησουν
Translit interlinear, [color=olive]kai {dan} idou {perhatikanlah} sullêpsê en gastri {engkau akan mengandung} kai {dan} texê {melahirkan} huion {seorang anak laki-laki} kai {dan} kaleseis {engkau harus memanggil} to onoma {nama} autou {-Nya} iêsoun {Yesus}

* Matius 1:21
LAI TB, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.
KJV, And she shall bring forth a son, and thou shalt call his name JESUS: for he shall save his people from their sins.
TR, τεξεται δε υιον και καλεσεις το ονομα αυτου ιησουν αυτος γαρ σωσει τον λαον αυτου απο των αμαρτιων αυτων
Translit interlinear, texetai {ia akan melahirkan} de {lalu} huion {anak laki-laki} kai {dan} kaleseis {engkau akan memanggil} to onoma {nama} autou {-Nya} iêsoun{Yesus} autos {Ia} gar {karena} sôsei {Ia akan emnyelamatkan} ton laon {rakyat} autou {-Nya} apo {dari} tôn hamartiôn {dosa-dosa} autôn {mereka}

Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah יהושוע – YEHOSYUA’ atau YEHOSHUA’. Kata יהושוע – YEHÕSYÛA’ memang berasal dari dua kata Ibrani yaitu יהוה – YHVH (TUHAN) dan ישע – YÂSYA’ (menyelamatkan). Jadi, nama Yesus berarti “YHVH (TUHAN) adalah keselamatan” atau “YHVH (TUHAN) menyelamatkan”.

Makna kata יהושוע – YEHÕSYÛA’ ini mirip dengan kata – YESYAYÂH (nabi Yesaya) hanya kombinasinya terbalik yaitu ישע – YÂSYA’ (menyelamatkan} dan יה- YÂH (TUHAN).

 

* Kejadian 49:18 
LAI TB,Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari pada-Mu, ya TUHAN.
KJV, I have waited for thy salvation, O LORD.
Hebrew,
לִישׁוּעָתְךָ קִוִּיתִי יְהוָה׃
Translit, LISYUATKHA QIVITI YEHOVÂH

* Yesaya 56:1 
LAI TB,Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.
KJV, Thus saith the LORD, Keep ye judgment, and do justice: for my salvation is near to come, and my righteousness to be revealed.
Hebrew,
כֹּה אָמַר יְהוָה שִׁמְרוּ מִשְׁפָּט וַעֲשׂוּ צְדָקָה כִּי־קְרֹובָה יְשׁוּעָתִי לָבֹוא וְצִדְקָתִי לְהִגָּלֹות׃
Translit, KOH ‘AMAR YEHOVAH SYIMRU MISYPAT VA’ASYOU TSEDAQAH KI-QEROVAH YESYUATI LAVO VETSIDQATI LEHIGALOT

* Yunus 2:9
LAI TB,Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!
KJV, But I will sacrifice unto thee with the voice of thanksgiving; I will pay that that I have vowed. Salvation is of the LORD.
Hebrew,
וַאֲנִי בְּקֹול תֹּודָה אֶזְבְּחָה־לָּךְ אֲשֶׁר נָדַרְתִּי אֲשַׁלֵּמָה יְשׁוּעָתָה לַיהוָה׃ ס
Translit, VA’ANI BEQOL TODAH ‘EZBEKHA-LAKH ‘ASYER NADARTI ‘ASYALEMAH YESYUATAH LAYEHOVAH

Maka Nama ‘Yesus’ yang berarti ‘TUHAN Juruselamat’; jelas suatu nama keilahian yang berperan bagi penyelamatan manusia. (Lihat artikel NAMA YESUS, dinama-yesus-vt52.html#p115 )

2. Gabriel menyampaikan gelar Kudus (Yang Kudus)

* Lukas 1:35 
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Translit, kai apokritheis ho aggelos eipen autê pneuma hagion epeleusetai epi se kai dunamis hupsistou episkiasei soi dio kai to gennômenon hagion klêthêsetai huios theou

Gelar Kudus ini bukan dalam istilah etika umum, semacam saleh, bersih, takut akan Allah, dekat dengan Allah dll. Melainkan kudusnya AllahSang Kudus, suatu sifat dasar Allah, tanpa dosa dan tanpa berbuat dosa, dan yang berasal dari ZatNya Allah sendiri. Lebih jauh, Sang Kudus sebagai pusat kekudusan juga mampu dan siap meng-kudus-kan orang-orang yang dengan sepenuh hatinya meminta pengampunan kepadaNya. Gelar dengan hakekat ini tidak pernah bisa disandangkan kepada manusia. Hanya Tuhanlah yang kudus dari diriNya, dan tak satupun manusia itu kudus. “Kekudusan” manusia hanyalah perolehan dalam batas, batas tertentu.

3. Gabriel menyebutNya Juruselamat.

Disampaikan 2 kali, kepada Yusuf dan kepada para Gembala. :

* Matius 1:21
LAI TB, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
KJV, And she shall bring forth a son, and thou shalt call his name JESUS: for he shall save his people from their sins.
TR, τεξεται δε υιον και καλεσεις το ονομα αυτου ιησουν αυτος γαρ σωσει τον λαον αυτου απο των αμαρτιων αυτων
Translit, texetai de huion kai kaleseis to onoma autou iêsoun autos gar sôsei ton laon autou apo tôn hamartiôn autôn

* Lukas 2:11
LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud
KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.
TR, οτι ετεχθη υμιν σημερον σωτηρ ος εστιν χριστος κυριος εν πολει δαβιδ
Translit interlienar, hoti etekhthê humin sêmeron sôtêr hos estin khristos kurios en polei dabid

Juruselamat, adalah suatu gelar yang menegaskan ulang makna nama Yesus, yaitu “TUHAN Juruselamat”.

Gelar ini menantang setiap orang yahudi (maupun kita semua) untuk bertanya : “Apakah seseorang yang ‘kurang dari Allah’” dapat menyelamatkan umatNya?

4. Gabriel menyampaikan gelar Kristus (yaitu Sang Mesias atau Al-Masih)

Kristus berasal dari kata Yunani χριστος – khristos atau dalam transliterasi Inggris ditulis dengan huruf latin ‘christos’ berasal dari kata χριω – khriô, artinya dalam bahasa Indonesia adalah “mengurapi”, “mengoles dengan minyak”. Kata ini digunakan dalam Perjanjian Lama Yunani (Septuaginta) untuk menerjemahkan kata Ibraniמשיח – MASYIAKH contoh:

* Imamat 4:5
LAI TB, Imam yang diurapi itu harus mengambil sebagian dari darah lembu itu, lalu membawanya ke dalam Kemah Pertemuan.
KJV, And the priest that is anointed shall take of the bullock’s blood, and bring it to the tabernacle of the congregation:
Hebrew,
וְלָקַח הַכֹּהֵן הַמָּשִׁיחַ מִדַּם הַפָּר וְהֵבִיא אֹתֹו אֶל־אֹהֶל מֹועֵד׃
Translit interlinear, VELAQAKH {dan ia mengambil} HAKOHEN {imam} HAMASYIAKH {yang diurapi} MIDAM {dari darah} HAPAR {lembu itu} VEHEVI {dan ia membawa} ‘OTO’ {-nya} ‘EL-‘OHEL {ke kemah} MOED {pertemuan}
LXX, και λαβων ο ιερευς ο χριστος ο τετελειωμενος τας χειρας απο του αιματος του μοσχου και εισοισει αυτο επι την σκηνην του μαρτυριου
Translit Interlinear, KAI {dan} LABÔN {ia mengambil} HO HIEREUS {imam} HO {yang} KHRISTOS {Kristus, diurapi} HO {yang} TETELEIÔMENOS {ia menyempurnakan} TAS KHEIRAS {tangan} APO {dari} TOU HAIMATOS {darah} TOU MOSKHOU {lembu} KAI {dan} EISOISEI {ia memasukkan} AUTO {-nya} EPI {ke} TÊN SKÊNÊN {kemah} TOU MARTURIOU {kesaksian}

Maka, istilah הַמָּשִׁיחַ – HAMASHIAKH ini identik dengan χριστος – khristos. Gelar ini telah dinubuatkan Musa dan para-nabi tentang kedatanganNya sebagai Raja penyelamat. Bila mesias-mesias adalah para-raja dan imam secara tradisionil dimeteraikan dengan pengurapan minyak suci, seperti terdapat contoh ayat Imamat 4:5, diatas.

Yesus Sang Mesias, secara revolusioner diurapi dengan Roh Kudus :

* Lukas 4:18,21
4:18 LAI TB, Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
KJV, The Spirit of the Lord is upon me, because he hath anointed me to preach the gospel to the poor; he hath sent me to heal the brokenhearted, to preach deliverance to the captives, and recovering of sight to the blind, to set at liberty them that are bruised,
TR, πνευμα κυριου επ εμε ου ενεκεν εχρισεν με ευαγγελιζεσθαι πτωχοις απεσταλκεν με ιασασθαι τους συντετριμμενους την καρδιαν κηρυξαι αιχμαλωτοις αφεσιν και τυφλοις αναβλεψιν αποστειλαι τεθραυσμενους εν αφεσει
Translit, pneuma kuriou ep eme ou eneken ekhrisen me euaggelizesthai ptôkhois apestalken me iasasthai tous suntetrimmenous tên kardian kêruxai aikhmalôtois aphesin kai tuphlois anablepsin aposteilai tethrausme en apsesei

4:21 LAI TB, Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.
KJV, And he began to say unto them, This day is this scripture fulfilled in your ears.
TR, ηρξατο δε λεγειν προς αυτους οτι σημερον πεπληρωται η γραφη αυτη εν τοις ωσιν υμων
Translit, êrxato de legein pros autous hoti sêmeron peplêrôtai hê graphê autê en tois ôsin humôn

Bila para nabi membabtis dengan air, Yesus akan membabtis umatNya dengan Roh Kudus :

* Yohanes 1:33
LAI TB, Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus
KJV, And I knew him not: but he that sent me to baptize with water, the same said unto me, Upon whom thou shalt see the Spirit descending, and remaining on him, the same is he which baptizeth with the Holy Ghost.
TR, καγω ουκ ηδειν αυτον αλλ ο πεμψας με βαπτιζειν εν υδατι εκεινος μοι ειπεν εφ ον αν ιδης το πνευμα καταβαινον και μενον επ αυτον ουτος εστιν ο βαπτιζων εν πνευματι αγιω
Translit, kagô ouk êdein auton all ho pempsas me baptizein en hudati ekeinos moi eipen eph hon an idês to pneuma katabainon kai menon ep auton houtos estin ho baptizôn en pneumati hagiô

Di dalam diri Kristus (Mesias atau Al-masih), Roh Kudus berada dan berkarya penuh, dan menjadi pemimpin agung bagi umatNya.

* Matius 23:10
LAI TB, Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias
KJV, Neither be ye called masters: for one is your Master, even Christ.
TR, μηδε κληθητε καθηγηται εις γαρ υμων εστιν ο καθηγητης ο χριστος
Translit, mêde klêthête kathêgêtai eis gar humôn estin ho kathêgêtês ho khristos

5. Gabriel menyebutNya Tuhan.

* Lukas 2:11 
LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.
TR, οτι ετεχθη υμιν σημερον σωτηρ ος εστιν χριστος κυριος εν πολει δαβιδ
Translit, hoti etekhthê humin sêmeron sôtêr hos estin khristos kurios en polei dabid

* Lukas 1 :33
LAI TB, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
KJV, And he shall reign over the house of Jacob for ever; and of his kingdom there shall be no end.
TR, και βασιλευσει επι τον οικον ιακωβ εις τους αιωνας και της βασιλειας αυτου ουκ εσται τελος
Translit, kai basileusei epi ton oikon iakôb eis tous aiônas kai tês basileias autou ouk estai telos

Gelar Rajawi semesta alam, di dunia dan di akhirat dengan kuasa yang tidak terbatas dan kekal, karena “KerajaanNya tidak akan berkesudahan” (Lukas 1:33). Secara ajaib, ini telah pula dirujukkan Perjanjian Lama ini :

* Yesaya 9:5,6 
9:5 LAI TB, Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
KJV, For unto us a child is born, unto us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counsellor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace.
Hebrew,
כִּי־יֶלֶד יֻלַּד־לָנוּ בֵּן נִתַּן־לָנוּ וַתְּהִי הַמִּשְׂרָה עַל־שִׁכְמֹו וַיִּקְרָא שְׁמֹו פֶּלֶא יֹועֵץ אֵל גִּבֹּור אֲבִיעַד שַׂר־שָׁלֹום׃
Translit, KI-YELED YULAD-LANU BEN NITAN-LANU VATEHI HAMISRAH ‘AL-SYIKHMO VAYIKRA SYEMO PELE YOETS ‘EL GIBOR ‘AVI-AD SARO-SYALOM

9:6 LAI TB, Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
KJV, Of the increase of his government and peace there shall be no end, upon the throne of David, and upon his kingdom, to order it, and to establish it with judgment and with justice from henceforth even for ever. The zeal of the LORD of hosts will perform this.
Hebrew,
[כ לָמֹרַבָּה] [ק לְמַרְבֵּהם] הַמִּשְׂרָה וּלְשָׁלֹום אֵין־קֵץ עַל־כִּסֵּא דָוִד וְעַל־מַמְלַכְתֹּו לְהָכִין אֹתָהּ וּלְסַעֲדָהּ בְּמִשְׁפָּט וּבִצְדָקָה מֵעַתָּה וְעַד־עֹולָם קִנְאַת יְהוָה צְבָאֹות תַּעֲשֶׂה־זֹּאת׃ ס
Translit, LEMARBEH HAMISRAH ‘ULESYALOM ‘EIN-QETS ‘AL-KISE DAVID VE’AL-MAMLAKHTO LEHAKHIN ‘OTAH ‘ULESA’ADAH BEMISYPAT ‘UVITSDAKAH MEATAH VE’AD-‘OLAM QINAT YEHOVAH TSEVA’OT TA’ASEH-ZOT

Bagi sosok ANAK yang mempunyai “lambang pemerintahan” diatas bahuNya…. Dengan kekuasaan besar, damai sejahtera yang tidak berkesudahan…. Dengan keadilan dan kebenaran sampai selama-lamanya….

Kedudukan Yesus sebagai Tuhan atas semesta alam juga diteguhkan oleh Dia sendiri :

* Yohanes 13:13
LAI TB, Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan
KJV, Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
TR, υμεις φωνειτε με ο διδασκαλος και ο κυριος και καλως λεγετε ειμι γαρ
Translit, humeis phôneite me ho didaskalos kai ho kurios kai kalôs legete eimi gar

* Matius 28:20
LAI TB, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
KJV, Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you: and, lo, I am with you alway, even unto the end of the world. Amen.
TR, διδασκοντες αυτους τηρειν παντα οσα ενετειλαμην υμιν και ιδου εγω μεθ υμων ειμι πασας τας ημερας εως της συντελειας του αιωνος αμην
Translit, didaskontes autous têrein panta hosa eneteilamên humin kai idou egô meth humôn eimi pasas tas hêmeras heôs tês sunteleias tou aiônos amên

6. Gabriel menyebutNya sebagai Anak Allah yang Mahatinggi

Istilah “Anak Allah” ini disebutkan sampai 2X kepada Maria. Maksudnya amat jelas, yaitu untuk meluruskan pengertian Maria yang tadinya masih berpandangan tentang anak sebagai pembuahan sex-biologis.

“Anak Allah” yang dimaksud sama sekali bukan istilah insani, melainkan total rohaniah. Istilah ini tepat, karena memang terjadi suatu “kelahiran” (ke-anak-an), dimana Sang Firman telah ber-inkarnasi menjadi manusia dan diam diantara kita :

* Yohanes 1:14 
LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit, kai ho logos sarx egeneto kai eskênôsen en êmin kai etheasametha tên doxan autou doxan hôs monogenous para patros plêrês kharitos kai alêtheias

Sebagai Anak Allah, Ia berkarya untuk menyatakan diri Allah sedemikian lengkap dan sempurnanya, sehingga Allah yang tadinya tidak dapat dipahami, mejadi dapat dipahami dan dapat diikuti keteladananNya dan kedekatanNya. Itulah sebabnya Yesus dapat berkata : “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”(Yohanes 14:9).

7. Gelar-gelar lain

Dibandingkan dengan siapapun di dunia ini, Yesus adalah seseorang yang mendapatkan gelar dan sebutan jabatan yang paling banyak sepanjang sejarah manusia. Tak kurang dari 40 gelar dan sebutan yang sangat spesifik, dan 40 gelar dan sebutan jabatan lainnya yang telah disandangkan oleh Alkitab kepada Yesus diantaranya adalahImanuel.

Ini suatu nama keilahian yang berjajaran dengan sebutan Yesus, yang berarti “Allah menyertai kita”. Pemberian nama Imanuel secara tepat telah dinubuatkan Nabi Yesaya 700tahun sebelumnya :

1. IMANUEL

Ini suatu nama keilahian yang berjajaran dengan sebutan Yesus, yang berarti “Allah menyertai kita”. Pemberian nama Imanuel secara tepat telah dinubuatkan Nabi Yesaya 700tahun sebelumnya :

* Yesaya 7:14
LAI TB, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
KJV, Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.
Hebrew,
לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אֹות הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמֹו עִמָּנוּ אֵֽל׃
Translit interlinear, LAKHEN {oleh karena itu} YITEN {Dia akan memberikan} ‘ADONAY {Tuhan} HÛ’ {Dia} LAKHEM {kepadamu} ‘OT {tanda} HINEH {lihatlah} HA’ALMAH {anak dara itu} HARAH {mengandung} VEYOLEDET {dan ia akan melahirkan} BEN {anak laki-laki} VEQARA’T {dan ia akan memanggil} SYEMO {namanya} ‘IMANU ‘EL {Imanuel, ‘dengan kita, Allah’)

Nubuat itu telah dipenuhi dalam Injil Matius 1:23

* Matius 1:23 
LAI TB, Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita
KJV, Behold, a virgin shall be with child, and shall bring forth a son, and they shall call his name Emmanuel, which being interpreted is, God with us.
TR, ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσουσιν το ονομα αυτου εμμανουηλ ο εστιν μεθερμηνευομενον μεθ ημων ο θεος
Translit, idou hê parthenos en gastri exei kai texetai huion kai kalesousin to onoma autou emmanouêl ho estin methermêneuomenon meth hêmôn ho theos

Nama/gelar Imanuel ini mengungkapkan sifat keilahian yang merujuk kepada keberadaan, kedekatan, dan peran aktif Yesus dalam sejarah manusia di sepanjang waktu.

Artikel terkait :
IMANUELyesus-adalah-imanuel-vt59.html#p128

Beberapa nama/gelar yang lain dari Yesus adalah :

Yang Awal dan Yang Akhir
Firman Allah, Bapa yang kekal,
Pembela yang Adil, Penasihat Ajaib,
Terang Dunia, Kebenaran,
Kebangkitan Dan Hidup,
Allah Yang Perkasa, Anak Domba Allah,
Raja Kemuliaan, Raja Damai, dll.

Tidak ada gen-dunia yang sanggup memikul gelar-gelar kekekalan seperti ini. Alkitab mengajarkan bahwa perjalanan gen dunia adalah “dari debu kembali ke debu”. Namun Yesus yang gen aslinya kekal dari atas, akan kembali ke-atas secara kekal. Dan itu pula yang membedakanNya dengan para nabi lainnya. Kubur lainnya berisi jasadnya, tetapi kubur Yesus kosong!, karena Ia telah bangkit dari kematian dan naik ke Sorga secara langsung., bukan menanti-nanti “di alam barzakh” atau firdaus seperti para nabi lainnya. Satu hari kelak, Yesus akan datang lagi dari Sorga, dan kembali ke bumi sebagai Hakim Dunia. Ketika itu orang-orang semacam Farisi yang menyebut diri Yesus sekedar sebagai “Anak Daud” dan bukan “Tuannya Daud” akan terbalik menjadi terdakwa. Kepada mereka setidaknya akan dimintakan pertanggungannya, “Mengapa kalian mati-matian mengharuskan Aku bukan Allah”?.

 

 

 

II. YESUS DATANG KE DUNIA

Yesus dengan gelar Kristus (Mesias/ Almasih), dan sebutan Juruselamat, semuanya bukan hanya sekedar memberikan pengajaran, melainkan justru memerankan fungsi penyelamatan “Allah Juruselamat” (Yesaya 45:21). Dan gelar Tuhan dan Anak Allah jelas menyatakan Lordship, Raja Ilahi yang didatangkan dan diwalikan ke dunia. Dan sebutan Kudus diberikan untuk menegakkan hakekat kekudusanNya, sekaligus keteladanan bagi manusia yang seharusnya hidup kudus seperti Dia.

Sejarah manusia di sepanjang zaman, dari sejak dahulu kala, adalah selalu mencari-cari Tuhan didalam kekelaman. Tatkala para nabi berseru “Luhatlah kepada Tuhan, lihat Terang dunia, taat dan sembah Dia”. Pencaharian manusia terus berlanjut. Dan pencaharian yang sama ini masih diteruskan oleh Filipus, murid Yesus sendiri, yang justru buta akan apa yang sudah ada didepan matanya selama bertahun-tahun. Ia berkata kepada Yesus : “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yohanes 14:8 ).

Tentu saja Yesus amat sedih, maka Ia menegurnya serta mempertanyakan imannya : “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? (Yohanes 14:9-10).

Banyak orang mencari-cari dengan susah-payah dan salah arah, karena apa yang dicari itu sering tidak disadari telah ada didepan matanya. Dan kini, bila anda mau mencari Allah, maka anda tidak usah mencarinya dengan susah dan jauh. Ia tlah ada disini. Ia menampakkan diriNya, perkataanNya, kalimatNya, dan perbuatanNya di dalam Yesus Kristus/ Al-Masih (Yeshua Hamashia). Kini kita tahu bagaimana Allah merasakan, mencintai, dan bertindak atas sesuatu. Secara pribadi Ia mengajar, mengasihi, dan memberi contoh dan keteladanan kepada kita. Ia mengundang anda dan saya untuk ber-relasi dengan Dia. Akhirnya Ia sangat dekat dengan kita. Ia memperbaharui kehidupan kita yang fasik, dan menyelamatkannya.

 

III. MISI TERBESAR BAGI KEMANUSIAAN

Banyak orang percaya bahwa di sepanjang zaman, Allah berwahyu kepada manusia, entah lewat nabi, malaikat atau lainnya. Tentu, setiap wahyu adalah pesan-pesan penting. Namun omong-omong secara hipotesis, bila semua wahyu dapat dikumpulkan dan diseleksi, maka wahyu manakah kiranya yang membawa berita paling penting bagi kemanusiaan? Jawaban dari setiap orang pasti akan berbeda-beda dan mungkin membingungkan. Namun tidak demikian halnya dengan Gabriel, ia telah mengumandangkan berita terbesar bagi dunia yang ketika itu disampaikan kepada para gembala:

* Lukas 2:10-11
2:10 LAI TB, Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
KJV, And the angel said unto them, Fear not: for, behold, I bring you good tidings of great joy, which shall be to all people.
TR, και ειπεν αυτοις ο αγγελος μη φοβεισθε ιδου γαρ ευαγγελιζομαι υμιν χαραν μεγαλην ητις εσται παντι τω λαω
Translit, kai eipen autois ho aggelos mê phobeisthe idou gar euaggelizomai humin kharan megalên êtis estai panti tô laô

2:11 LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.
TR, οτι ετεχθη υμιν σημερον σωτηρ ος εστιν χριστος κυριος εν πολει δαβιδ
Translit, [color=olive]hoti etekhthê humin sêmeron sôtêr hos estin khristos kurios en polei dabid

Inilah yang disebut KABAR BAIK, yaitu INJIL KERAJAAN ALLAH bagi segenap makhluk. Injil berasal dari bahasa Yunani ευαγγελιον – euaggelion yang berarti “Kabar Baik”. Karena pada hari itu lahirlah sebuah misi penyelamatan yang kekal bagi manusia, oleh seorang Raja Penyelamat, yaitu Kristus, Al-Masih, Sang Mesias yang adalah Tuhan!

Bagaimana cara Yesus Kristus menyelamatkan manusia? Ya, disamping mengajar, memberi peringatan dan keteladanan dan merelasikan Allah dengan manusia. Kristus khusus datang untuk menyelamatkan manusia dengan suatu prosedur :
Allah bukan hanya Maha Kasih, namun Ia-pun Allah yang Maha Adil yang menuntut hukuman bagi setiap manusia yang berdosa. Jadi semua pengampunan dosa itu harus dilakukanNya sesuai dengan konsekwensi hukum, yaitu membayar harga untuk sebuah pengampunan. (Lihat Artikel : Menjawab “Salah-Paham” : ALLAH MAHA KASIH Vs ALLAH MAHA ADIL, di allah-maha-kasih-vs-allah-maha-adil-vt660.html )

Hukum Kekudusan Allah adalah : “Upah dosa adalah maut” (Roma 6 : 23), suatu kematian kekal. Semua manusia telah berdosa, dan karenanya kita telah dihukum mati(vonis nyawa) dalam dosa kita. Istilah populernya, kita semua adalah “orang mati yang berjalan” (Istilah Alkitabnya “engkau dikatakan hidup padahal engkau mati(Wahyu 3:1)” atau “orang-orang mati menguburkan orang-orang mati (Matius 8:22)”

 

IV. APAKAH YANG DISEBUT MATI ?

Bahasa Indonesia sendiri mencatat makna beragam: hilang nyawa, tidak hidup lagi, padam, buntu, tidak digunakan, tidak bergerak, diam atau berhenti, tidak ada kegiatan.

* Kejadian 2:17
LAI TB, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
KJV, But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.
Hebrew,
וּמֵעֵץ הַדַּעַת טֹוב וָרָע לֹא תֹאכַל מִמֶּנּוּ כִּי בְּיֹום אֲכָלְךָ מִמֶּנּוּ מֹות תָּמֽוּת׃
Translit Interlinear, UME’ETS {dan dari pohon} HADA’AT {pengetahuan itu} TOV {yang baik} VARA’ {dan yang jahat} LO’ {jangan} TO’KHAL {engkau makan} MIMENU {darinya} KI {karena} BEYOM {pada hari} ‘AKHALKHA {engkau makan} MIMENU {darinya} MOT {mati} TAMUT {engkau mati}

Pohon pengetahuan , ‘ÊTS HADA’AT sebagai pusat pencobaan, tertanam pada jalan Adam yang menuju ke pohon hidup, yaitu meterai sakramental bagi kebahagiaan sempurna yang ditawarkan. Pastilah engkau mati MOT TAMUT, sekalipun tujuan yang benar dari pencobaan itu adalah hidup, namun hukum perjanjian Allah itu menempatkan Adam, seperti halnya dengan Israel di kemudian hari, di hadapan hidup dan kebaikan, maut dan kejahatan.

* Ulangan 30:15-18

30:15 LAI TB, Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, –
KJV, See, I have set before thee this day life and good, and death and evil;
Hebrew,
רְאֵה נָתַתִּי לְפָנֶיךָ הַיֹּום אֶת־הַֽחַיִּים וְאֶת־הַטֹּוב וְאֶת־הַמָּוֶת וְאֶת־הָרָֽע׃
Translit, RE’EH NATATI LEFANEIKHA HAYOM ET-HAKHAYIM VE’ET-HATOV VE’ET-HAMAVET VE’ET-HARA

30:16 LAI TB, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
KJV, In that I command thee this day to love the LORD thy God, to walk in his ways, and to keep his commandments and his statutes and his judgments, that thou mayest live and multiply: and the LORD thy God shall bless thee in the land whither thou goest to possess it.
Hebrew,
אֲשֶׁר אָנֹכִי מְצַוְּךָ הַיֹּום לְאַהֲבָה אֶת־יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לָלֶכֶת בִּדְרָכָיו וְלִשְׁמֹר מִצְוֹתָיו וְחֻקֹּתָיו וּמִשְׁפָּטָיו וְחָיִיתָ וְרָבִיתָ וּבֵֽרַכְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ בָּאָרֶץ אֲשֶׁר־אַתָּה בָא־שָׁמָּה לְרִשְׁתָּֽהּ׃
Translit, ASYER ANOKHI METSAVKHA HAYOM LEAHAVAH ‘ET-YEHOVAH ELOHEIKHA LALEKHET BIDRAKHAV VELISYMOR MITSVOTAV VEKHUKOTAV UMISYPATAV VEKHAYITA VERAVITA ‘UVERAKHKHA YEHOVAH ELOHEIKHA BAARETS ASYER-ATA VA-SYAMAH LERISHTAH

30:17 LAI TB, Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, –
KJV, But if thine heart turn away, so that thou wilt not hear, but shalt be drawn away, and worship other gods, and serve them;
Hebrew,
וְאִם־יִפְנֶה לְבָבְךָ וְלֹא תִשְׁמָע וְנִדַּחְתָּ וְהִֽשְׁתַּחֲוִיתָ לֵאלֹהִים אֲחֵרִים וַעֲבַדְתָּֽם׃
Translit, VE’IM-YIFNE LEVAVKHA VELO TISYMA VENIDAKHTA VEHISYTAKHAVITA LE’LOHIM AKHERIM VA’AVADTAM

30:18 LAI TB, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.”
KJV, I denounce unto you this day, that ye shall surely perish, and that ye shall not prolong your days upon the land, whither thou passest over Jordan to go to possess it.
Hebrew,
הִגַּדְתִּי לָכֶם הַיֹּום כִּי אָבֹד תֹּאבֵדוּן לֹא־תַאֲרִיכֻן יָמִים עַל־הָאֲדָמָה אֲשֶׁר אַתָּה עֹבֵר אֶת־הַיַּרְדֵּן לָבֹא שָׁמָּה לְרִשְׁתָּֽהּ׃
Translit, HIGADTI LAKHEM HAYOM KI ‘AVOD TOVEDUN LO-TA’ARIKHUN YAMIM ‘AL-HA’ADAMAH ASYER ATAH ‘OVER ‘ET-HAYARDEN LAVO SYAMAH LERISYTAH

* Kejadian 3:4, 
LAI TB, Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,” –
KJV, And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die:
Hebrew,
וַיֹּאמֶר הַנָּחָשׁ אֶל־הָֽאִשָּׁה לֹֽא־מֹות תְּמֻתֽוּן׃
Translit, VAYOMER HANAKHASY ‘EL-HAISYAH LO’-MOT TEMUTUN

Semula Iblis dalam wujud ular menantang penetapan-penetapan hukum perjanjian, yaitu kaidah Allah bagi hidup sekarang ini; sekarang ia mempertentangkan hukuman-hukumannya, yaitu penafsiran Allah tentang masa depan.

Semua manusia, yang percaya dan yang tidak percaya, akan mati. Akan tetapi, kata mati di dalam Alkitab, memiliki lebih dari satu arti. Penting untuk mengerti hubungan orang percaya dengan berbagai arti kematian.

Pasal-pasal Kejadian 2:1-3:24 mengajarkan bahwa kematian memasuki dunia karena dosa. Orang-tua pertama kita diciptakan dengan kemampuan untuk hidup selama-lamanya; ketika mereka tidak menaati perintah Allah, mereka dijatuhi hukuman atas dosa itu, yaitu kematian.

Adam dan Hawa tunduk kepada kematian jasmaniah. Allah telah menempatkan pohon kehidupan di tengah taman Eden agar dengan terus-menerus memakan buahnya umat manusia tidak akan pernah mati. Tetapi setelah Adam dan Hawa memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, Allah mengatakan,engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. Sekalipun mereka tidak mati secara jasmaniah pada hari mereka memakan buah itu, mereka kini tunduk pada hukum kematian sebagai akibat dari kutukan Allah.

Adam dan Hawa juga mati secara moral. Allah mengingatkan Adam bahwa ketika ia makan buah yang terlarang itu, ia pasti akan mati. Peringatan itu sangat serius. Sekalipun Adam dan Hawa tidak mati secara jasmaniah pada hari itu, mereka mati secara moral, yaitu tabiat mereka menjadi berdosa. Sejak Adam dan Hawa, semua orang dilahirkan dengan tabiat berdosa, yaitu suatu keinginan bawaan untuk mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan Allah atau orang lain.

Adam dan Hawa juga mati secara rohani ketika mereka tidak taat kepada Allah, yaitu hubungan intim mereka yang dahulu dengan Allah menjadi rusak. Mereka tidak lagi mengharapkan saat-saat berjalan dan berbincang-bincang dengan Allah di taman; sebaliknya mereka bersembunyi dari hadapan-Nya. Di bagian lainnya, Alkitab mengajarkan bahwa terlepas dari Kristus, semua orang terasing dari Allah dan dari hidup di dalam-Nya; mereka mati secara rohani.

Akhirnya, kematian sebagai akibat dosa mencakup kematian kekal. Hidup kekal seharusnya menjadi akibat ketaatan Adam dan Hawa; sebaliknya, prinsip kematian kekal telah diberlakukan. Kematian kekal adalah hukuman dan pemisahan kekal dari Allah sebagai akibat ketidaktaatan, yaitu menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya.

Satu-satunya cara untuk lolos dari semua aspek kematian ini ialah melalui Yesus Kristus yang telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Dengan kematian-Nya Ia mendamaikan kita dengan Allah, sehingga memutarbalikkan pemisahan dan pengasingan rohani yang dihasilkan dosa. Oleh kebangkitan-Nya, Ia mengalahkan dan mematahkan kuasa Iblis, dosa, dan kematian jasmaniah. Umat Allah di Perjanjian Lama sudah bersaksi bahwa orang percaya tidak akan selamanya tinggal di dalam kubur.

Sekalipun orang percaya di dalam Kristus memiliki jaminan hidup kebangkitan, mereka masih harus mengalami kematian jasmaniah. Tetapi orang percaya menghadapi kematian dengan sikap yang berbeda dari orang tidak percaya.

Sekedar tambahan, bahwa orang yang belum mati tetapi akan mati pun disebut mati di dalam Alkitab, misalnya:

* Zakharia 11:9, 
LAI TB, Lalu aku berkata: “Aku tidak mau lagi menggembalakan kamu; yang hendak mati, biarlah mati; yang hendak lenyap, biarlah lenyap, dan yang masih tinggal itu, biarlah masing-masing memakan daging temannya!”
KJV, Then said I, I will not feed you: that that dieth, let it die; and that that is to be cut off, let it be cut off; and let the rest eat every one the flesh of another.
Hebrew,
וָאֹמַר לֹא אֶרְעֶה אֶתְכֶם הַמֵּתָה תָמוּת וְהַנִּכְחֶדֶת תִּכָּחֵד וְהַנִּשְׁאָרֹות תֹּאכַלְנָה אִשָּׁה אֶת־בְּשַׂר רְעוּתָֽהּ׃
Translit, VAOMAR LO’ ER’EH ETKHEM HAMETAH TAMUT VEHANIKHKHEDET TIKAKHED VEHANISYAROT TOKHALNA ISYAH ET-BESAR RE’UTAH

HAMETAH TAMUT, harfiah orang mati itu mati diterjemahkan “yang hendak mati, biarlah mati padahal yang disebut orang mati itu belum mati tetapi akan mati. Kehancuran suatu bangsa pun menggunakan kata Ibrani MUT ini misalnya Amos 2:2 menulis bahwa Moab akan mati di dalam kegaduhan.

Jadi , makna mati di dalam Alkitab tidak semata-mata berhubungan dengan kematian fisik belaka.

 

 

V. PENGAMPUNAN MENURUT TAURAT

Apabila kita ingin terlepas dari “vonis nyawa” ini, tidak bisa tidak kita harus membayar harga-pengampunan yang setimpal, yaitu membayar dengan nyawa sesuai hukum Taurat “Nyawa ganti nyawa…” (Keluaran 21:24). Dalam hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan, dan diampunkan dengan darah (yang dianggap nyawa), dan”tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan” (Ibrani 9:22). Ini dilakukan lewat domba yang dikorbankan diatas mezbah, berulang-ulang untuk setiap kali pengampunan hingga digenapi oleh Mesias.

– Korban bakaran (Imamat 1:1-17); darah
– Korban Kedamaian/keselamatan (Imamat 3:1-17) ; darah
– Korban Penghapusan Dosa (Imamat 4:1-35) ; darah
– Korban Pelanggaran (Imamat 5:1-13) ; darah, (orang miskin boleh memakai tepung dibakar diatas korban “darah” binatang orang lain).
– Korban penebus salah (Imamat 5:14-19; 6:1-7) ; darah

Dalam pola pikir semitik dosa adalah “hutang” maka harus ada harga yang dibayar. Yaitu kematian dengan darah. Allah telah mengirimkan Anak Domba yang menjadi kurban, yaitu diriNya sendiri sebagai kurban yang sempurna dan tidak bercacat. Maka kurban yang terbesar ini cukup menyelamatkan dosa semua umat manusia. Kepada mereka yang percaya diberikan pengampunan dosa yang olehnya Ia telah rela untuk mati sebagai kurban.

1. Yesus sebagai Anak Domba Allah

Kita “manusia mati yang berjalan” ini tidak mungkin bisa menebus diri kita yang mati (rohani). Hanya Yesus yang tanpa-dosa dapat melakukannya, yaitu dengan sengaja memilih diriNya dilahirkan ke dunia (dan tinggal di tengah-tengah manusia) untuk menemui kematian lewat penyaliban demi dapat menebus harga kematian kekal itu bagi kita.

Dalam Alkitab Dialah Mesias yang dilambangkan sebagai Anak Domba yang tak bernoda yang menjadi korban penebusan dosa

* 1 Petrus 1:18,19
1:18 LAI TB, Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
KJV, Forasmuch as ye know that ye were not redeemed with corruptible things, as silver and gold, from your vain conversation received by tradition from your fathers;
TR, ειδοτες οτι ου φθαρτοις αργυριω η χρυσιω ελυτρωθητε εκ της ματαιας υμων αναστροφης πατροπαραδοτου
Translit, eidotes hoti ou phthartois arguriô hê khrusiô elutrôthête ek tês mataias humôn anastrophês patroparadotou

1:19 LAI TB, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
KJV, But with the precious blood of Christ, as of a lamb without blemish and without spot:
TR, αλλα τιμιω αιματι ως αμνου αμωμου και ασπιλου χριστου
Translit, [color=olive]alla timiô haimati hôs amnou amômou kai aspilou khristou

Yohanes Pembabtis berseru ketika melihat Yesus datang kepadanya :

* Yohanes 1:29
LAI TB, Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
KJV, The next day John seeth Jesus coming unto him, and saith, Behold the Lamb of God, which taketh away the sin of the world.
TR, τη επαυριον βλεπει ο ιωαννης τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμου
Translit, tê epaurion blepei iôannês ton iêsoun erkhomenon pros auton kai legei ide ho amnos tou theou ho airôn tên hamartian tou kosmou

Itulah misi terbesar Yesus, yang sekaligus adalah ujud kasih Allah yang superlatif, yang paling luhur kepada manusia, seperti yang tertulis pada :

* Yohanes 3:16 
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Mengaruniakan Sang Anak adalah mengaruniakan diriNya, yaitu nyawaNya.
Yesus dilahirkan ke dunia, dan mati, agar kita dilahirkan baru didalam Dia.

 

 

VI. INJIL SALIB

Ayat berikut inilah yang merangkum makna Kabar Baik, INJIL, yang disebutkan oleh Gabriel, kepada para gembala “…. telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus,Tuhan, di kota Daud.” Yesus Kristus sendiri berkata dalam berbagai versi dan istilah, bahwa alasan bagiNya untuk datang ke dunia adalah menyerahkan nyawaNya – menumpahkan darahNya – sebagai bagian dari pengampunan/ penebusan dosa kita, yang dinyatakan dalam penyalibanNya :

• “Anak Manusia (Yesus) juga datang …. untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)
• “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:11)
• “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13)
• “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Matius 26:28 )

Dengan demikian, Kabar-Baik atau INJIL yang dibawakanNya adalah INJIL-SALIB yang ditandai dengan darah pengorbanan demi penebusan.
Yesus tidak berkata sendirian, namun kata-kata dengan maksud yang sama 700 tahun sebelumnya telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya :

* Yesaya 53:10
LAI TB, Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya
KJV, Yet it pleased the LORD to bruise him; he hath put him to grief: when thou shalt make his soul an offering for sin, he shall see his seed, he shall prolong his days, and the pleasure of the LORD shall prosper in his hand.
Hebrew,
וַיהוָה חָפֵץ דַּכְּאֹו הֶחֱלִי אִם־תָּשִׂים אָשָׁם נַפְשֹׁו יִרְאֶה זֶרַע יַאֲרִיךְ יָמִים וְחֵפֶץ יְהוָה בְּיָדֹו יִצְלָח׃
Translit, VAYEHOVAH KHAFETS DAKO HEKHELI ‘IM-TASIM ‘ASYAM NAFSYO YIREH ZERA YA’ARIKH YAMIM VEKHEFETS YEHOVAH BEYADO YITSLAKH

Masih ada banyak sekali fakta dan nubuat, dan tidak ada caranya untuk dibantah berkenaan dengan penyerahan nyawa atau penyaliban Yesus, yang sudah diungkapkan 700-1000 tahun sebelum Yesus lahir, antara lain :

• Seorang yang ditikam karena kejahatan kita (Yesaya 53:5)
• Seorang yang menyerahkan nyawa untuk menanggung dosa banyak orang (Yesaya 53:12)
• Nubuat Daud tentang penyaliban (penusukan) tangan dan kakiNya (Mazmur 22:17-19 dan disusul dengan pembagian pakaianNya, semuanya tepat digenapi dalam peristiwa penyalibanNya)

Demikian nubuat berlanjut hingga kepada Yohanes Pembabtis (Yohanes 1:27) dan bahkan Yesus sendiri juga banyak menubuatkannya sebelum kematianNya :

*Markus 10:33,34 
10:33 kata-Nya: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
10:34 dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.”

* Lukas 9:22
Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Dan masih banyak lagi. (Nubuat selengkapnya dapat dibaca di artikel : Nubuat PL Tentang Mesias Terpenuhi Dalam Diri Yesus Kristus, di nubuat-pl-tentang-mesias-terpenuhi-dalam-diri-yesus-kristus-vt2217.html )

Jadi, INJIL yang ada didunia ini adalah selalu INJIL-SALIB. Yang ditandai dengan pengorbanan nyawa untuk penyelamatan manusia. Dimanapun dan kepanpun, tidak pernah exist Injil yang non-salib (Yesus tidak mati disalib) kecuali dalam imajinasi/ khayalan tanpa fakta.

Injil itulah Babar Baik – berita kesukaan besaruntuk seluruh bangsa – yang oleh Malaikat Gabriel disebut sebagai lahirnya seorang Penyelamat umatNya (Penebus yang berkorban nyawa, bukan sekedar pemberita). Yang oleh Yohanes Pembabtis disebut “Anak Domba Allah” atau Anak Kurban (Yohanes 1:29)

Nubuat para nabi, seperti yang dikutip diatas adalah otoritas eksklusif dari Allah untuk memberitahu suatu kejadian yang akan terjadi masa depan – sekaligus untuk meyakinkan orang untuk percaya kepadaNya, karena Ia terbukti menguasai “hari esok” dan sejarah manusia.

Anehnya, sekalipun nubuat yang ternyata benar ini tidak terbantahkan oleh otak dan ilmu manusia manapun, namun HATI dari orang-orang yang tegar tengkuk tetap mempermasalahkannya.

Dr. Mc Dowell mensinyalir bahwa penolakan terhadap penyaliban/ kematian Yesus bukan merupakan masalah pikiran (benar atau tidaknya), melainkan masalah kemauan. Bukan masalah “saya tidak bisa percaya”, tetapi “ saya tak mau percaya”. Mereka tetap memilih percaya apa yang jauh lebih sulit untuk dipercayai. Itukah pengalaman anda? Mari kita perhadapkan dengan kasus-kasus dibawah ini :

Menolak Salib dan klaim bukanlah bukti, sekalipun mengatas-namakan Allah

Ada pengkritik yang menolak keras bahwa Yesus itu disalib. Ketika ditanyai apa bukti penolakannya? Mereka tidak menyodorkan bukti, melainkan hanya membela dengan “pikiran logisnya”. Seorang kawan baik telah menyusun Tanggapan atas Penyaliban Yesus , ada baiknya anda baca sebagai referensi.

Menurut peng-kritik, tidaklah logis jikalau Allah membiarkan Utusan-KhususNya untuk dihina dan dianiaya dan disalibkan. Bukankah setiap nabi akan dipagari Allah dengan malaikat-malaikatNya? Namun ketika ditanya lebih jauh, apakah nabi-nabi Allah tidak ada satupun yang dibantai/dibunuh manusia, merekapun segera masuk dalam dilema yang kusut.

Ya, sejarah kenabian Israel sedemikian dinodai oleh darah para nabi sehingga Yesus sempat mengecam para ahli Taurat demikian :

* Lukas 11:47-51
11:47 Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
11:48 Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
11:49 Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
11:50 supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
11:51 mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.

“Pikiran Logis” lainnya yang dilemparkan untuk menyanggah penyaliban Yesus adalah bahwa Yesus tak-mungkin-mati kalau Ia sungguh-sungguh Anak-Allah. Terhadap “gagasan logis” yang amat sempit dan yang bukan bukti ini, kita justru ingin memberi bukti bahwa kematian Yesus itu adalah kematian-pemenang, bukan mati konyol dan hilang, seperti halnya dengan kematian kita-kita, manusia biasa. Kita sungguh-sungguh perlu menyadari bahwa seajaib “kelahiran Yesus yang tanpa unsur dunia”, seajaib pulalah “kematian dan kebangkitanNya”.

Kematian Yesus adalah terbukti, pemakamannya juga terbukti. Tetapi karena Dia bukan berasal dari debu, maka jasadNya tidak kembali kepada debu! (reff. Kejadian 3:19). Selanjutnya Ia menjadi amat berbeda melewati kodrat dunia : Ia terbukti bangkit kembali, menjadi pemenang, dengan tubuh kemuliaan yang berbeda sama sekali!. Dengan tubuh kemuliaan baru, yang kompatibel dengan unsur sorgawi inilah Ia naik, masuk ke Sorga, lagi-lagi dengan bukti bahwa saksi mata bahkan para palaikat.

Deretan peristiwa “penyaliban dan kebangkitan” inilah yang merupakan puncak penggenapan misi Yesus ke dunia bagi manusia, yaitu kematian yang mengalahkan MAUT, suatu kematian yang sukses dengan kebangkitan. Disini nubuat Yesus dipenuhi sepenuhnya, “Sebab inilah darahKu, darah perjanjian (yang sudah dijanjikan dari dulu), yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”. Kini manusia ditebus dari perhambaan dosa yang membawa maut – menjadi anak-anak yang dimerdekakan dalam Yesus : “setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa…. Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” ….. dan sekarang, “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Yohanes 8:34; Roma 6:18 ).

Namun anugerah “penyaliban dan kebangkitan” ini bukannya diterima-baik oleh manusia, melainkan terus diingkari dan ditolak orang dengan pelbagai pendalilan. Mereka menolak semua bukti; dari para saksi mata maupun dari nubuat yang digenapi!.
Mereka malahan menggagaskan Injil-non-salib sebagai Injil-Asli, dan Injil-Salib dituduh sebagai sempalan palsu. Mereka menggagaskan pula bahwa Injil-non-salib ditandai dengan Yesus yang tidak disalib melainkan diraibkan Allah. Namun, bila Yesus diraibkan begitu, sesungguhnya tidak ada Kabar-Baik apapun yang dapat diberikan oleh seorang Yesus kepada dunia. Ia malahan hanyalah nabi yang gagal dalam segala-galanya karena tidak mampu mempertanggungjawabkan tugas-kenabianNya yang paling substansif :

(1). Ia tidak membela murid-muridNya yang sedang tak berdaya dan ketakutan diteror oleh orag-orang Yahudi. Ia mencari selamat sendiri sambil meninggalkan mereka, bahkan menghilang entah kemana tanpa pamit!. Ia menjadi seorang pembohong karena Ia yang mengajak muridNya dengan berkali-kali berkata : “Ikutlah Aku” , tetapi ternyata Dialah yang memutuskan relasi, ngacir pergi.

(2) Ia harus bertanggung jawab kenapa “Injil Asli non-salib” itu sampai hilang, karena belum pernah ditemukan didunia hingga sekarang.
Ia setidaknya harus menitipkan, atau berpesan sesuatu untuk mengamankan “Injil-Asli” tersebut, sehingga “INJIL SALIB” dianggap palsu, jangan sampai merajalela seperti sekarang. (Tetapi para pengkritik tidak berani menyinggung apakah mungkin Firman Allah yang sengaja diwahyukan ke dunia itu bisa dihilangkan oleh manusia? Apakah manusia mampiu “mendiktekan-wahyu-mereka” balik kepada Allah dan mengalahkan wahyu-asli-Allah?)

(3) Para pengikutNya juga hilang, semua tanpa bekas, karena ternyata “rasul-rasul palsu” yang mengajarkan “INJIL SALIB”! Bermilyar-milyar manusia pengikut Yesus yang disalib telah dituntun dalam kesesatan. Yesus uang sudah diutus dan diperlengkapi Allah dengan segunung mujizat raksasa, malahan menciptakan tragedi terbesar bagi kerajaan Allah!.

Jadi lihatlah betapa otoritas INJIL-SALIB itu tidak bisa begitu saja di-otak-atik atau dihilangkan oleh manusia. Sekali mereka melakukannya, mereka harus mengingkari dan “menghilangkan” (yang tidak bisa dihilangkan) bukti-bukti sejarah, sains, dan logika yang paling mendasar. Yaitu hilangnya Yesus (entah kemana tanpa saksi, tanpa bukti), hilangnya seluruh pengikutNya dan hilangnya Injil Salib. Padahal semuanya tidak ada yang hilang kecuali “Injil-non-Salib” yang justru hilang sendiri, tidak tercarikan dalam sejarah dan arkeologi! Itukah rencana dan karya Allah?

Banyak orang tidak sadar bahwa Allah-Alkitab sangat mengutuki injil-injilan manapun yang berpolakan non-salib. Bahkan bilapun gagasan penyangkalan salib itudiklaim datangnya dari seorang malaikat-sorga, Tuhan tetap melaknatinya :

* Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia

Arti dari ayat diatas ini hanya satu, yaitu bahwa Yesus dan Injil-Salib (Firman) itu lebih besar daripada malaikat-wahyu yang mengatas-namakan Allah!

“(Ia, Yesus) jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat” (Reff Ibrani 1:4, Matius 24:30,31).

Tidakkah kita melihat bahwa hanya Yesus yang berani dan berotoritas “meningkatkan” standard moral Hukum Taurat tatkala Ia berkhotbah di bukit?

*Matius 5:43-44
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu

(Lihat Artikel Hukum Kasih, di hukum-kasih-vt344.html#p746)

Yesus memperhadapkan “Apa kata Firman Allah” dengan “apa kata Yesus”. Itu jelas tidak bisa dilakukan dengan “Akunya” Yesus dengan otoritas yang kurang dari Allah!

—–

Penebusan Salib dapat ditolak, namun keselamatanNya tak dapat digantkan, sekalipun itu mengatasnamakan Allah.

Penolakan terhadap penebusan-salib juga sering didasarkan atas “logika pahala” : Mana mungkin keselamatan (naik ke Sorga) diberikan kepada orang yang percaya saja tapi tidak berprestasi dalam kesalehan amal-ibadah?
Ya, banyak pihak yang percaya bahwa keselamatan bisa diusahakan dengan perbagai filsafat hicup, ajaran-ajaran hidup bersih, tidak menjahati orang, melainkan melakukan amal-ibadah yang mendatangkan pahala saja. Dengan demikian, mereka percaya bahwa manusia cukup diberitahu oleh ‘Pemberita-Keselamatan’ (nabi atau pemberi peringatan). Lalu selebihnya adalah urusan masing-masing apakah sungguh-sungguh mau berusaha dan “berprestasi” untuk mendapatkan selamat atau tidak. Masing-masing dan sendiri-sendiri!.

Disinilah sedihnya, bahwa mereka kembali tidak mengandalkan sumber-daya dari atas yang ditawarkan Yesus. Bukankah Yesus itu cocok Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita”?
Yesus menjanjikan penyertaan Allah bagi kita sampai kepada akhir zaman, dan tidak akan membiarkan kita berjuang sendiri-sendiri yang bagaimanapun tidak akan kita menangkan tanpa-Dia (Matius 1:23, Matius 28:30, Yohanes 15:5).

Konsep pengusahaan pahala lewat diri sendiri, walau seolah logis di telinga, namun mendengungkan sedikitnya 2 pertanyaan kristis :

(1) Bisakah amal-pahala menghapus atau meringankan dosa?
(2) Mampukah manusia yang berwatak-dosa ini menyelamatkan diri-sendiri?

Sayang, bahwa keduanya harus dijawab dengan TIDAK!

AD (1) Amal-Pahala meringankan dosa? 

Dan banyak orang yang murah hati berkata bahwa itu seharusnya memang begitu. Tapi jangan kaget bahwa Allah yang paling bermurah hati sekalipun harus mengatakan TIDAK!. Dimata Tuhan yang Maha Kudus dan Benar (bukan dimata manusia), dosa yang setitik adalah ibarat segunung kenajisan, yang tetap akan memisahkan Allah dengan manusia.
Tuhan tidak bisa Maha Adil dan Benar bila Ia tidak secara konsekwen menghukumnya, dan upah dosa yang dianggap secuil-pun tetaplah maut konsekwensinya, yaitu kematian kekal, terputus dengan Sumber Kehidupan (Kejadian 2:17; Roma 6:23).
Seseorang yang dikenakan hukuman mati tidak mungkin daigantikan menjadi non mati mentang-mentang ia berjasa dan berpahala. Itu adalah penghakiman politis, bukan penghakiman ilahi.

Tuhan tidak berhutang amal-pahala

Dimata Tuhan, prestasi amal-pahala kita yang segunungpun tidak memberikan kita kelonggaran (apalagi hak) untuk satu kali menzalimi orang lain!
Bahkan, tepatnya, manusia (hamba Allah) sesungguhnya tidak mempunyai amal-pahala apapun dihadapanNya. Tuhan tidak berhutang kepada siapapun, yang harus dibayar dengan tiket masuk Sorga. Segala sesuatu adalah milkNya, termasuk yang kita anggap (klaim) sebagai “pahala kita”. Budak/hamba tak punya apapun. Yang ada hanyalah yang datang dari anugerahNya

Harap dimaknai dengan benar, bahwa “perbuatan-perbuatan baik” atau “amal-ibadah” usaha dari mansuia itu bukan perbuatan-jasa kepada Allah. Kebaikan itu memang seharusnya dikerjakan demi untuk kebaikan manusia sendiri, bukan memiutangi Tuhan secara harfiah. Diterimanya kita selamat disisi Tuhan adalah karena penyerahanseluruh diri kita kepadaNya, yaitu karena iman, bukan usaha-jasa. Perbuatan baik, sebaik dan sebanyak apapun, tidak akan menghapus dosa (kematian rohani), sama halnya bahwa jasa-jasa terbaik manusia juga tidak bisa mencabut kematian jasmani kita :

* Yakobus 2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya

Tidak ada satupun manusia yang sanggup memenuhi hukum itu, meski orang yang tak-tahu-diri merasa sanggup.
Hanya Yesus yang mampu menggenapi seluruh hukum karena Ia tidak berdosa dan tidak berbuat dosa apapun. Itulah sebabnya hanya Ia yang dapat menjadi Anak Dombayang menebus dosa manusia lewat salibNya. Sekalipun anda menolakNya, anda tidak dapat menggantikanNya dengan nabi atau ketidak-nabian (amal-ibadah-pahala) lainnya. Tak ada yang lain yang bisa menyelamatkan. Terbukti tidak ada satupun nabi atau guru agung yang berani mengklaim mampu menyelamatkan anda dan saya, kecuali Yesus!.

Apa yang disebut-sebut sebagai “prestasi-kebajikan” sesungguhnya bukan itu yang harus dikerjakan duluan. Sebab jikalau itu yang dikedepankan, bisa-bisa itu menjadi “prestasi kesombongan” karena belum dikuduskan. Tuhan memprioritaskan pertobatan kita agar diampuni dan dikuduskan dari kejahatan. Baru setelah itu kita mampu “berprestasi” dalam keluhuran, yaitu menyangkali diri kita, memikul salib kita, dan mengikuti Dia melakukan perbuatan-perbuatan kasih (Markus 8:34). Jadi bagi kita, melakukan perbuatan baik itu bukanlah usaha-usaha mencari pahala untuk moga-moga mendapat keselamatan, malainkan itu merupakan ungkapan syukur dan ujud kasih atas apa yang telah kita peroleh dari Tuhan kita yang baik!

AD (2) Kita manusia berwatak-dosa, mampukah menyelamatkan diri-sendiri? 

Disini para penganut “logika pahala” sering keluar dari jalur teologis dan lupa bahwa persoalan yangs edang kita bicarakan adalah dosa dihadapan Allah (dan bukan dimata manusia). Allah telah berkata bahwa upah (atau akibat) dari dosa adalah kematian kekal. Kerena semua manusia adalah orang berdosa (Mazmur 51:7; 58:4, Yesaya 48:8, Ayub 15:14; Roma 5:12; dll)., mereka adalah orang-orang mati (rohani). Maka mustahil orang mati dapat berusaha menyelamatkan, “menghidupkan” sesama orang mati. Maka tak ada satupun nabi atau guru agung yang tampil meng-klaim (apalagi membuktikan) mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain. Ada satu analogi penyelamatan yang diilustrasikan dalam sebuah kisah rakyat Tiongkok :

Seorang anak-didik jatuh kedalam sebuah sumur sempityang dalam. Dari atas mulut sumur, giri-gurunya meneriakkan kepada si anak sejumlah petunjuk dan kita yang harus dilakukan agar ia bisa naik sendiri ke atas. Namun sang anak tetap tidak mampu melaksanakan “aturan-aturan” penyelamatan-diri. Akhirnya datanglah seorang Maha Guru yang langsung terjun ke dalam sunur itu. Dengan ilmu dalamnya yang dasyat ia berhasil mengangkat sang-anak ke atas dan diselamatkan

Itulah analogi untuk Yesus yang menanggalkan keilahianNya dan turun ke dunia untuk menyelamatkan (menebus) manusia yang tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri betapapun kerasnya ia berusaha menerapkan ajaran-ajaran penyelamatan.
Itulah misi Yesus yang tidak ada substitusinya. Ia berkarya sebagai penebus dan penyelamat atas orang-orang yang hilang (orang berdosa). Ia bukan sekedar Nabi atauPengajar Moral moga-moga manusia bisa selamat sendiri dengan aturan-aturan dan ajaran! Yesus-lah keselamatan, tempat dosa anda dan saya tertebus (Matius 26:28; Markus 2:5), sehingga selamatlah kita-kita yang mempercayakan diri kita kepada Sang Sumber-hidup, yaitu Dia sendiri yang tak tergantikan.

—–

Bila keselamatan Penebusan-Salib ditolak, adakah jaminan keselamatan lainnya yang lebih baik?.

Yesus berkata : “Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianKu itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku”.

Namun banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha-penyayang, tetapi tidak memberi bukti, apalagi saksi (adikodrati). Orang sering menunjuk kehadiran embun-hujan-udara-sinar Matahari dll sebagai bukti kasih Allah kepda makhluknya, padahal itu bukan ujud MAHAKASIH, melainkan lebih cenderung barupatanggung-jawab Sang Khalik terhadap makhluk ciptaanNya demi mendukung kelangsungan mereka. Bukti kasih, apalagi Maha-Kasih, hanyalah satu, yaitu berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya. Korban terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah nyawa si pengorban itu sendiri.

Dan Yesus memang benar mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi menebus dosa Anda dan saya. Yesus berkata :

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:1-42)
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)

Kata “bagi” disini berarti sebagai pengganti. Yaitu menggantikan kematian yang seharusnya kita tanggung sendiri karena dosa dan kesalahan kita terhadap Allah. Dosa adalah kekejian bagi Allah, dan hukumannya adalah maut, kematian kekal.

Namun Yesus menebus kematian kita dengan kematianNya diatas kayu salib, sehingga kita terbebas dari hukuman kekal. Bahkan andaikata di dunia ini hanya hidup anda dan saya, Yesus akan tetap melakukannya untuk kita berdua.

Allah manakah seperti Engkau?

Allah makanah yang membuktikan diriNya berkorban sebesar-besarnya bagi umatNya? Dan Allah manakah yang mengasihi satu jiwa dikolong jembatan, sama seperti Dia mengasihi ribuan bangsa dikolong langit?

Nalar dan logika anda tak akan mampu mempercayainya! Anda tak akan menemukannya di tempat lain, Allah yang begitu komit untuk menyelamatkan anda seorang. Namun itulah yang telah dibuktikan Yesus, sebagaimana yang dikatakannya dalam ayat-ayat berikut :

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”
“Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan”.
“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Lukas 14:4-7, Matius 18:14)

Resapilah ke batin anda, betapa satu jiwa dari kita begitu berharga dimataNya. Inilah penebusan bagi manusia yang dilandasi MAHA-KASIH-Nya ALLAH yang tiada banding.

Maka jikalau anda mencari Allah yang betul-betul Maha-Kasih, mengapa tidak mencari Dia yang dapat mengasihi anda seorang diri sepenuhnya, sepenuh seperti Dia berurusan dengan 6 Milyar lebih manusia lain yang masal?
Mengapa anda hanya mampu cukup puas dengan kasih Allah yang hanya mampu membuktikan kasihNya dengan klaim, tetapi tidak dengan bukti perbuatanpengorbanan-diri? Dan jikalau anda menolak Salib Penebusan yang melambangkan Maha-Kasih Allah itu semata-mata karena “tegar-tengkuk”, adakah anda mendapatkan konsep keselamatan yang lebih terandalkan?

Siapakah yang sanggup dan peduli untuk menenangkan kegelisahan kita akan kepergian kita nantinya dari bumi ini? Namun, Yesus berkata di dalam janjinya :

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku (Sorga) banyak rumah tinggal….. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada“. (Yohanes 14:1-3)

Amin.

Blessings in Christ,
BP
November 24, 2005

Sumber :
– Samawi Tada, Yesus menyaksikan Yesus, Reach Catalog
– Yohannes/ Biblika
dan beberapa sumber lain