APA YESUS TIMELESS BEING ATAU KEKAL..??

Posted on Updated on

BAGIAN PERTAMA
Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Seorang muslim mengkritik bahwa kata ‘ADA’ di situ tidak bisa diartikan Yesus telah ada sebagai Allah, karena menurutnya semua roh manusia telah ada sejak dulu kala sebelum akhirnya dilahirkan ke dunia dalam wujud manusia, tapi benarkah demikian?
Atau mereka juga menganggap perkataan Yesus sebagai kiasan, mungkinkah demikian?

Berikut akan dibahas tahap per tahap supaya mendapat dasar argumen yang lengkap.

BAGIAN KEDUA

Perhatikan, sebelumnya para pemimpin Yahudi itu berkata demikian :
(53) Adakah Engkau lebih besar dari pada BAPA KITA ABRAHAM, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; DENGAN SIAPAKAH ENGKAU SAMAKAN DIRI-MU?”

Perhatikan, Yesus tidak terus terang menjawab atau berkata : Aku adalah Allah, atau Aku sama dengan Allah.
Mengapa demikian?
Karena jika demikian maka Yesus mengingkari Allah Tritunggal.

Tapi jawaban Yesus sangat cantik dan tepat menggambarkan ketritunggalan Allah :
(54) Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

Yesus berkata jika Dia memuliakan diri sendiri/saja, maka itu tidak ada artinya.
Di situ terdapat 2 maksud, yaitu maksud yang pertama, bahwa para pemimpin Yahudi tidak akan percaya sehingga sia2lah jika Dia berkata Dia adalah Allah.
Yang kedua, jika Yesus memuliakan diriNya saja sendiri, berarti Dia akan mengingkari Bapa, dan meninggikan diri lebih dari Bapa.

Oh… Yesus tidak akan berbuat apa yang iblis telah perbuat.
Jika Yesus mengaku ‘HANYA DIRINYALAH’ Allah, maka Dia telah mengabaikan Bapa dan mengingkari Tritunggal, bahkan berarti Dia telah meniru kelakukan si iblis, sebab …..
Iblis dengan mudah berkata: aku adalah allah, sembahlah aku!! aku adalah mesias!

 


Tapi dengan berkata ‘Bapa yang memuliakan Aku’, maka Yesus tidak saja mengajarkan ketritunggalan Allah antara Bapa dan Anak, tapi juga menyatakan bahwa DiriNyalah bagian dari Allah sejati.
Karena Allah tidak mungkin memuliakan ciptaanNya sendiri, maka jika Bapa memuliakan Yesus, maka Yesus pastilah bukan ciptaan, tetapi Yesus adalah ‘Yang Sama Dengan Bapa’.

Maka ketika ditanya ‘DENGAN SIAPAKAH ENGKAU SAMAKAN DIRI-MU?’, ….
Yesus menjawab ‘Bapa memuliakan Aku’ atau ‘(yang kamu sebut) Allahmu pun telah memuliakan Aku’, atau bisa juga diterapkan kepada kaum muslim : ‘(yang kamu anggap) Aulohmu, Dia memuliakan Aku’.

Mengapa Yesus tidak menjawab gamblang saja ‘Aku sama dengan Bapa’?
Karena Bapa adalah The Will of God, sedangkan Anak adalah The Image of God.
Yesus bukanlah Bapa, tapi Yesus sama dengan Bapa.

Jika Yesus berkata ‘Aku sama dengan Bapa’, maka pada benak manusia bisa timbul salah persepsi sehingga tampak seperti ada 2 Bapa atau seperti ada 2 Allah.
Padahal arti ‘sama’ di antara Bapa dan Anak, mempunyai kekompleksan yang sulit dijelaskan dengan kata2 manusia, dan hanya bias dimengerti secara rohani.

——————-

BAGIAN KETIGA

Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Yesus berkata : SEBELUM Abraham JADI
Artinya tentu saja sebelum Abraham diciptakan, Yesus telah ada.
Secara cepat, para pemimpin Yahudi menangkap maksud Yesus bahwa Yesus menganggap diriNya sebagai Pencipta yang Ada sebelum ciptaan, karena Abraham pun adalah ciptaan.

Jika muslim mengartikan kalimat ‘Abraham ada’ sebagai kiasan seperti ini : ‘Ada’ singa dihati yg ‘ada’ didalam tubuhmu.
Hal itu tidak mungkin, karena Yesus berkata : Sesungguhnya! (sangat serius)
Perkataan Yesus itu bukan kiasan, tapi menjelaskan kenyataan/fakta, serupa sumpah dari saksi mata.
Tidak logis jika Abraham ada sebagai kiasan, sementara Yesus ada sebagai kenyataan.
Sedangkan contoh kalimat ‘singa ada di hati’ dan ‘hati ada di tubuh’ adalah sama2 kiasan.
Yang jelas, ‘jadi/ada’ adalah bentuk lampau, sedangkan ‘ada’ yang kedua adalah bentuk present.

Atau, jika menurut muslim, roh manusia telah dicipta di alam roh sebelum dunia dicipta…
Maka dampaknya pun sama saja, Roh Yesus telah ada sebelum semua roh manusia dicipta di alam roh.
Roh Yesus telah mendahului semua roh ciptaan, artinya Yesus adalah Roh Sang Pencipta itu sendiri.

Atau, jika semua roh manusia telah ada sebelum Abraham jadi atau diciptakan, untuk apa Yesus harus ‘menonjolkan’ hal tersebut?
Mengapa para pemimpin Yahudi tersebut hendak melempari Yesus dengan batu, bukankah mereka juga bisa berkata : roh kami juga telah ada sebelum Abraham diciptakan.
Sekarang, siapakah di antara manusia yang bisa mengatakan atau (lebih tepatnya) membuktikan bahwa roh mereka telah ada sebelum Abraham diciptakan?
Pernahkan Mohamad berkata demikian seperti Yesus Kristus?

Dalam bahasa Inggris, perkataan Yesus diterjemahkan :
(58) Jesus replied, I assure you, most solemnly I tell you, before Abraham was born, I AM.
Atau ‘Before Abraham was created, I am present/exist’.
Yesus tidak perlu mengatakan : ‘I was there’ tapi ‘I am here’.

Dengan kata lain perkataan Yesus dapat disamakan dengan :
‘ketika ibumu melahirkanmu, Aku ada di sini, bahkan SEBELUM nenekmu melahirkan ibumu, Aku masih di sini’.
‘ketika buyutmu meninggal, Aku di sini, bahkan ketika Abraham mati pun, Aku sudah di sini’.

Inilah yang dimengerti oleh kaum Kristen bahwa Yesus adalah Allah Yang Kekal.
Yang Kekal itu bukan hanya ‘dulu ada’ dan ‘besok ada’, tapi Yang Kekal adalah ‘Yang Selalu Ada Setiap Saat’.
Yesus melampaui waktu dan tempat.
Yesus maksudkan : Aku Ada dan Selalu Ada dan Tak Berubah, sekarang, lampau, juga nanti.

—————

BAGIAN KEEMPAT

Hal serupa juga terjadi pada perbincangan di saat yang berbeda :
(17) Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” (18) Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena IA MENGATAKAN BAHWA ALLAH ADALAH BAPA-NYA SENDIRI DAN DENGAN DEMIKIAN MENYAMAKAN DIRI-NYA DENGAN ALLAH.

Menurut perkataan Yesus : Ketika Allah dulu bekerja, artinya Aku bekerja, dan Allah sekarang bekerja, artinya Aku pun bekerja.
Dengan kata lain Yesus berkata bahwa Dia adalah Tangan Allah.
“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, MAKA Akupun bekerja JUGA.”, seiring sejalan.

Ketika Bapa ingin bekerja, maka ‘mau tidak mau’ Yesus bekerja, SEBAB Bapa tidak mungkin bisa bekerja tanpa Yesus.
Ketika otak saya ingin melukis, maka tangan saya harus bekerja melukis apa yang diinginkan otak.
Ketika hati saya ingin menolong, maka tangan saya harus bekerja menolong orang yang dicintai hati.
Dan Yesus pun tidak bisa menolak jika Bapa ingin bekerja, sehingga memakai kata hubung ‘MAKA’.

Ketika Bapa (ingin) bekerja, maka Yesus (Anak) bekerja.
Bapa tidak mungkin bekerja, jika Yesus tidak kerjakan, tapi….
Yesus pasti bekerja, jika Bapa mau bekerja….
Sehingga : ‘Bapa bekerja sampai sekarang, maka Aku/Yesus pasti bekerja juga”.
Atau : ‘Aku bekerja sekarang, karena Bapa sedang bekerja di dalamKu’.
Selaras dengan perkataan Yesus di kesempatan yang lain :

Yohanes 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Dalam semua perkataan dan perbuatan yang Yesus kerjakan, pada saat yang sama Bapa kerjakan.
Maka saat Bapa hendak menciptakan Abraham, saat itu Yesus ‘turut’ menciptakan Abraham.
Yesus Ada sebelum Abraham jadi/dicipta, bahkan Yesuslah yang membuat Abraham menjadi ada dari yang tiada.

Agama Yahudi menganggap Abraham sebagai bapa agamanya, sehingga mereka sebut bapa Abraham.
Tapi Yesus menyatakan diriNya jauh lebih tinggi daripada Abraham, bahkan Dia sama dengan Bapa.
Demikian juga muslim menganggap Mohamad sebagai bapa agamanya, nabi mereka yang tertinggi.
Tapi Yesus juga akan berkata kepada muslim : Aku lebih tinggi dari bapamu, si Mohamad.
Ya! Yesus Sang Mahabesar, Yesus adalah Allah Hu Akbar.

Syukur, puji Tuhan, Yesus tahu bahwa suatu hari akan ada orang yang mengartikan perkataanNya itu sebagai kiasan, maka Yesus saat itu sengaja mengatakan ‘Sesungguhnya’.
Saya pun baru tersadar saat saya sedang menulis artikel ini, bahwa 1 kata saja yaitu ‘sesungguhnya’ itu menjadi jawabannya. Padahal saya telah memikirkan jawabannya berhari2 tanpa hasil. Tapi saat saya nekat menulis artikel ini, tanpa tahu pasti apa yang akan saya tulis, tapi hanya didorong keinginan untuk mengetahui jawaban Allah dengan mengandalkan iman bahwa Tuhan pasti memimpin melalui apa yang saya baca di ALkitab setiap hari, saat itulah Tuhan menolong. Semua hanya anugerah dari Tuhan, bukan hasil usahaku, jangan ada yang memegahkan diri. Amin.

GBU