Apakah Barabas(Yesus Barabas) adalah orang yangdisalib Menggantikan Tuhan Yesus/Isa Al Masih..??

Posted on Updated on

 

Dari kaca mata injil kanonik, maka kandidat terkuat sebagai orang yang disalib menggantikan Yesus Kristus (Isa al-Masih) adalah Barabas atau Yesus Barabas, tokoh pemberontak paramiliter terhadap kekuasaan Roma atas Palestina..

Siapakah Yesus Barabas yang dilepaskan oleh Pontius Pilatus itu?

Yesus Barabas, nama sebenarnya dalam bahasa Ibrani adalah Jeshoa bar Abbas, yang kemudian bertransliterasi menjadi Yesus bar Abbas, yang berarti Yesus putra Bapa, atau Yesus anak Allah. (lihat juga Matius 16:17: Simon bar Jonah, yang berarti Simon putra Yunus atau Simon anak Yunus atau Simon bin Yunus).

* Matius 27:11-16
27:11 Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”
27:12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun.
27:13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
27:14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.

Ada 2 tahanan yang menjadi pokok pembicaraan sidang yang dipimpin Pilatus yang satu adalah Yesus Kristus, yang lainnya adalah yang disebut Yesus Barabas.

 

Siapakah yang disebut Barabas ini?

1. Matius mengatakan Barabas adalah seorang yang terkenal akan kejahatannya :

* Matius 27:16
Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.

2. Selaras dengan Matius, Markus menulis jelas bahwa Barabas adalah pemberontak dan pembunuh

* Markus 15:7
Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.

3. Selaras dengan Matius & Markus, Lukas juga menulis Barabas adalah pembunuh :

* Lukas 23:19
Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.

3. Selaras dengan ketiga tulisan diatas, dengan istilah yang lain, Yohanes menulis jelas bahwa Barabas adalah penyamun, yang identik dengan “orang jahat” :

* Yohanes 18:40
Mereka berteriak pula: “Jangan Dia, melainkan Barabas!” Barabas adalah seorang penyamun.

Dalam ke-4 Injil, terdapat kecocokan karakter Barabas ini, bahwa ia adalah orang jahat, pembunuh, pemberontak dan seorang penyamun.

Kata “BAR” dalam bahasa Aram artinya “anak”
“ABA” adalah kata Aram artinya adalah “Bapak”, Ibrani AV.
Arti harfiahnya adalah “anaknya bapak”, namun memparalelkan Barabas dengan Yesus Kristus tidaklah tepat.

Memang Yesus Kristus mendapat gelar Anak Allah, dan Ia sendiri merujuk diriNya diutus oleh BapaNya yang di Surga. Namun bukan berarti “Anak Allah” inilah yang dibebaskan oleh Pilatus. Disamping itu pula Yesus Kristus tidak pernah diperkenalkan dengan julukan/gelar “Anak Bapa” melainkan “Anak Allah” (‘huios theou’)

Alkitab dengan jelas membedakan 2 karakter orang yang dalam tahanan itu, dan siapakah yang akhir nya dibebaskan oleh Pilatus :

* Matius 27:17
Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”

Bandingkan dengan

* Yohanes 18:39-40
18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?” 18:40 Mereka berteriak pula: “Jangan Dia, melainkan Barabas!” Barabas adalah seorang penyamun.

* Markus 15:15 
Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

* Lukas 23:18
Tetapi mereka berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!”

Dengan demikian sudah sangat jelas sekali bahwa Barabas-lah yang dibebaskan oleh Pilatus.
Harap anda jangan menjebak/terjebak terminology “Barabas” dengan pribadi lain yaitu Yesus Kristus yang disebut Anak Allah.

Lebih jauh marilah kita selidiki :

* Matius 26:63-68
26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”
26:64 Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” 26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
26:66 Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!”
26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,
26:68 dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”

Jelas sekali Yesus yang diinterograsi oleh Imam besar ini adalah Yesus yang disebut Mesias (Kristus), dalam pengadilan ini Yesus dinyatakan bersalah dengan delik “menghujat Allah”.

Bandingkan dengan kejahatan Barabas, dimana ia tidak mendapat tuduhan “menghujat Allah”, Barabas ditahan atas tuduhan kejahatan diantaranya pembunuhan.

Sedangkan Yesus Kristus dituntut hukuman mati dengan disalib bukan karena tuduhan pembunuhan melainkan dengan tuduhan “menghujat Allah” :

Setelah itu kita lanjut ke pasal berikutnya :

* Matius 27:20-21,26
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
27:26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Perhatikan, Imam-imam memilih Barabas dibebaskan, dan Yesus Kristus lah yang menerima hukuman salib.

Quote:

Berkenaan dengan Yesus Barabas atau Yesus anak Allah ini, pengarang Yohanes mengutip pernyataan orang-orang Yahudi kepada Pontius Pilatus tentang mengapa dia harus disalib, sebagai berikut:

Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” (Yohanes 19:7)

Jelas , dalam Yohanes 19:7 menceritakan latar belakang mengapa Yesus disalib. Karena Yesus Kristus menganggap diriNya sebagai Anak Allah.

Yesus dalam inkarnasinya ke dunia, mendapat gelar “Anak Allah” (Ibrani, BEN ELOHIM), Terhadap gelar yang satu ini, anda tidak boleh menyamakan dengan sitilah lain “anak bapak” dan kemudian dikaitkan dengan seorang lain yang bernama BARABAS.
Disamping itu pula dalam naskah Alkitab tidak pernah ada istilah “anak bapa” dipakai sebagai “nama” untuk Yesus Kristus.

Quote:

Jadi, yang disalib itu adalah Yesus Barabas, bukan Yesus Kristus, karena Yesus Barabas sudah mengalami penampakan sebagai Yesus Kristus (cermati Yohanes 19:7 di atas). Dengan demikian, maka tidak pernah ada kebangkitan Yesus Kristus!

Alkitab denga jelas menulis BARABAS seorang pembunuh/penyamun itu yang dibebaskan, Sedangkan seorang lainnya lagi yaitu Yesus Kristus tetap dituntut hukuman mati dengan cara disalib untuk memenuhi tuntutan para imam-imam dan orang-orang Yahudi, dengan tuduhan “menghujat Allah” bukan karena tuduhan kriminal pembunuhan.

Quote:

Lebih jauh, Yesus Kristus sendiri mengatakan kepada ibunya setelah peristiwa penyaliban itu bahwa dirinya belum mati, sebagaimana dikutip pengarang Yohanes berikut ini:

Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Yohanes 20:17)

Apakah tulisan di atas benar???
Saya cuma ingin tahu penafsiran kamu saja. Jadi jangan marah yah klo saya sering bertanya.

Yohanes pasal 20 ayat 17 jelas adalah kisah yang ditulis setelah kejadian Kebangkitan Yesus Kristus. Maka jelas Yesus Kristus yang diceritakan ini adalah yang sudah bangkit dari kubur (baca Yohanes pasal 20 mulai ayat 1)

Terhadap ayat yang anda pertayakan ini, mari kita pelajari bersama pengertiannya :

* Yohanes 20:17
“Kata Yesus kepadanya: ‘Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.'”

KJV : Jesus saith unto her, Touch me not; for I am not yet ascended to my Father: but go to my brethren, and say unto them, I ascend unto my Father, and your Father; and to my God, and your God.

ORTHJBS, “Rebbe, Melech HaMoshiach says to her, ‘Stop touching me, for I have not yet made the aliyah ascent to HaAv; but go to my achim and tell them, “I make the aliyah ascent to Avi and to Avichem , to Elohai and Eloheichem.”

TR, λεγει αυτη ο ιησους μη μου απτου ουπω γαρ αναβεβηκα προς τον πατερα μου πορευου δε προς τους αδελφους μου και ειπε αυτοις αναβαινω προς τον πατερα μου και πατερα υμων και θεον μου και θεον υμων

Translit Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} o iêsous {Yesus}  {janganlah} mou {Aku} aptou {engkau terus memegang} oupô {masih belum} gar {sebab} anabebêka {Aku naik} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Aku} poreuou {pergilah} de {tetapi} pros {kepada} tous adelphous {saudara-saudara} mou {Ku} kai {dan} eipe {katakanlah} autois {kepada mereka} anabainô {Aku naik} pros {kepada} ton patera {Bapa} mou {Ku} kai {dan} patera {Bapa} umôn {mu} kai {juga} theon {Allah} mou {Ku} kai {dan} theon {Allah} umôn {mu}

Ayat di atas seakan-akan menyiratkan bahwa Yesus Kristus “tidak bisa dipegang” sebelum Dia naik ke surga padahal kita membaca dalam Matius 28:9, “Mereka memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya”, demikian pula Tomas ditantang untuk menyentuh tangan dan kaki-Nya.

Dalam bahasa Yunani kata “memegang” ditulis ‘aptou’ dalam bentuk present imperatif, tepatnya bermakna “berhentilah memegang Aku”, bandingkan dengan terjemahan ORTHJBC ‘stop touching me’.

Barangkali (terjemahan bebasnya) Yesus hendak berkata, “Janganlah engkau terus memegangi Aku secara egoistis bagi dirimu sendiri. Dalam waktu dekat Akan akan pergi kepada Bapa. Aku ingin berjumpa dengan murid-murid-Ku sebanyak mungkin sebelum waktu itu. Pergilah dan ceritakanlah kabar baik ini kepada mereka sehingga tidak ada waktu, di mana kita dan mereka masih bersama-sama, tidak akan terbuang.”

Jadi, yang ditekankan oleh Yesus Kristus adalah membawa pesan lebih penting ketimbang menyentuhnya untuk kepentingan pribadi Maria. (Anda tentu tahu bagaimana emosi dan perasaan seorang perempuan). Dan inilah salah satu inti kekristenan yaitu membawa pesan bahwa Kristus sudah bangkit.

Blessings in Christ,
BP
July 26, 2006