Apakah Yahweh Nama Tuhan Yang Paling Sahih

Posted on

* Devarim 6:4 (Ulangan 6:4)
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SYEMA’ {dengarlah} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {baca, ADONAY, TUHAN} ‘ELOHEINÛ {Allah [dari] kita} YEHOVAH {baca, ADONAY, TUHAN} EKHAD {esa}”

Ulangan 6:4 dalam naskah bahasa Asli Ibrani yang bersumber dari Naskah Masora tidak menulis YAHWEH. Kita tidak tahu vokal “a” dan “e” itu (YHWH menjadiY”a”HW”e”H) berasal dari ‘nikud’ (vowel) yang mana satu, lagi pula tidak ada konsonan ganda dalam bahasa Ibrani. Antara he (H) dan vav (W) harus ada tanda vokal, dengan kombinasi:

YAHAVEH – YAHEVEH – YAHIVEH – YAHOVEH – YAHUVEH

The Living Torah oleh Rabi Aryeh Kaplan menyalin “bunyi” Ulangan 6:4 sbb :

“shma yisra’el adonay eloheynu adonay echad”.
(tidak menulis kata “YAHWEH”).

 

 

Tidak jelas vokal apa yang ada di antara tetragrammaton יהוה – YHVH itu. Bahasa Ibrani tidak mengenal konsonan ganda seperti HW yang ada di tengah, maka penulisan kata itu – jika benar – adalah YAHAVEH, YAHEVEH, YAHIVEH, YAHOVEH, atau YAHUVEH.

Ada kalangan yang mengucapkan YHVH dengan YAHWEH dan “memaksa” pengucapan itulah yang paling benar dan cenderung menyalahkan yang tidak menggunakan kata “YAHWEH”, padahal pengucapan YAHWEH tidak berasal dari bahasa Ibrani melainkan penyalinan huruf (transliterasi) YHVH ke dalam bahasa Yunani.

Aksara Yunani vs Aksara Ibrani :

Penyalinan huruf YHVH ke dalam aksara Latin seperti tulisan bahasa Inggris atau Indonesia tidak mengalami kesulitan karena aksara Latin memiliki huruf Y yang mirip dengan bunyi y-YÔD Ibrani, H dengan HÊ’, V atau W dengan w-VÂV (WÂW). Sebaliknya, aksara Yunani sama sekali tidak memiliki aksara yang dapat disamakan dengan aksara Ibrani.

Empat huruf יהוה – YHVH, YOD – HE’ – VAV – HE’ :

— YOD, transliterasi “Y”

— HE’, transliterasi “H”

— VAV, transliterasi “W” atau “V”

— adalah HE’ lainnya.

Kita lihat, bagaimana orang Yunani menyalin aksara -YOD Ibrani? Mereka menyalinnya menjadi huruf ‘iota’.

YEHOSYUA’, iesous
YEHUDAH, iouda
YA’IR, iairos
YO’SYIYAH, iosias
YEHOSYAFAT, iosaphat
YO’EL, ioel
YOKHANAN, ioannes

Aksara HE’ yang kedua ditransliterasi dengan beraneka ragam, terkadang dengan aksara ‘alpha’, ‘omega’, ‘omikron’, ‘eta’, namun tidak pernah disalin dengan vokal’epsilon’, dan ‘upsilon’. Bahkan aksara -HE’ ini cenderung dihilangkan begitu saja “

‘AHARON, aaron
HEVEL, abel
HAGAR, agar
HOSYEA’, osee
MAHALAL’EL, maleleel

Aksara ketiga yaitu VAV (WAW), di samping dibunyikan w dalam warna, juga dibunyikan v dalam visa, mirip dengan aksara BEYT tanpa dagesy (titik di tengah) yang dibunyikan v, sehingga biasanya disalin menjadi ‘beta’.

DAVID, dabid (adakalanya ditulis ‘dauid’)

Aksara terakhir yaitu HE’ jarang diucapkan kecuali untuk menyatakan kepemilikan yang feminin. Nama-nama berakhiran HE’ dalam bahasa Yunani sering ditulis dengan-as, terkadang tidak ditulis.

‘AVIYAH, abia
‘ELIYAH, helias
MOSYEH, moses

DAFTAR ANEKA RAGAM TRANSLITERASI YHVH

Yunani Transliterasi : iaôouêei , Asal : PAPIRUS MESIR, Tarikh: Tidak diketahui
Yunani Transliterasi : iao , Asal : QUMRAN, Tarikh: ABAD I
Yunani Transliterasi : iaoue , Asal : KLEMEN, Tarikh: 150 – 212
Yunani Transliterasi : iaê , Asal : ORIGENES, Tarikh: 250
Yunani Transliterasi : iaô , Asal : EPIFANIUS, Tarikh: 380
Yunani Transliterasi : iabe , Asal : THEODORET

Penulisan (“QETIV”) יְהוָה – YEHOVAH :

Selama hampir 1400 tahun, kata יהוה – YHVH digunakan dalam bahasa Yunani “κυριος – KURIOS”, Latin Dominus, Inggris Lord, dan sebagainya, tanpa ada perubahan :

* Devarim 6:4 (Ulangan 6:4)
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit, SYEMA’ YISRA’EL YEHOVAH (baca, ADONAY) ‘ELOHEINÛ YEHOVAH (baca, ADONAY) EKHAD
Deuteronomy 6:4 Greek OT: Septuagint (LXX), … ακουε ισραηλ κυριος ο θεος ημων κυριος εις εστιν
Translit, …. AKOUE ISRAÊL KURIOS HO THEOS HÊMÔN KURIOS HEIS ESTIN

LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our God is one LORD:

Penulisan (“QETIV”) — bukan pengucapan (“QERE'”) – untuk 4 huruf suci יהוה – YHVH menjadi ” יְהוָה – YEHOVAH” berasal dari penyisipan vokal ‘ADONÂY, Tuhan, di antara keempat tetragrammaton itu sehingga menjadi YAHOVAH atau YAHOWAH, namun karena para rabi Yahudi menganggap bahwa tetragrammaton ini berasal dari kata “ היה – HAYAH” (Keluaran 3:14) yang ditulis dalam bentuk Qal Imperfect dan bentuk ini tidak membolehkan adanya vokal a pada suku kata pertama, maka YAHOVAH ditulis menjadi YEHOVAH, vokal pertama adalah SYEVA’ : יְהוָה

Bentuk JEHOVAH muncul di tahun 1516 berdasarkan karya Peter Galatin, diteruskan oleh Le Mercier, J. Drusius dan L. Capellus. Hal ini didasarkan pada pembacaan tetragrammaton yang telah dibubuhi vokal.

Dari hal tersebut, Alkitab terjemahan King James Version (KJV, 1611 A.D.) turut memperkenalkan dimana ada beberapa kata יהוה – YHVH yang “ditransliterasi” dengan aksara latin “JEHOVAH” (lihat artkel di http://www.sarapanpagi.org/yhvh-yehovah … .html#p6933 )

Mana yang paling Sahih : Pengucapan “YEHOVAH” ataukah “YAHWEH” ?

Dua-duanya bukan!

Tidak ada yang tahu persis bagaimana mengucapkan empat huruf sakral יהוה – YHVH dalam Perjanjian Lama. Seperti sudah dijelaskan diatas, ucapan YEHOVAHberasal dari kata YHVH dibubuhi vokal ‘ADONAY oleh para ahli Masora yang juga tidak mengetahui bagaimana pengucapan yang benar.

Kata יהוה – YHVH, yôd – hê’ – vâv (atau wâw) – hê’hanya diucapkan satu kali dalam setahun oleh Imam Besar, pada Hari Raya Pendamaian (“YÔM KIPÛR”), di dalam Ruang Maha Kudus, dan di hadapan tutup pendamaian yang terletak di atas tabut perjanjian.

Sejak pembuangan ke Babel sekitar tahun 586 sebelum Masehi yang berlangsung selama 70 tahun, tabut perjanjian itu tidak ada sehingga kata יהוה – YHVH tidak diucapkan lagi sejak saat itu hingga sekarang. Oleh karena itu — barangkali karena Imam Besar Yahudi tidak mengajarkan cara mengucapkan kepada keturunannya — tidak ada kalangan Yahudi yang mengetahui cara mengucapkan empat huruf יהוה – YHVH itu dengan tepat.

Banyak yang hanya menebak atau menduga bahwa empat huruf ini dibunyikan YAHAVAH, YEHUWA, YAHEVEH, YAHUWEH, YAHAVEH, dan seterusnya, jadi semuanya hanya menduga sehingga akhirnya baik YEHOVAH maupun YAHWEH hanyalah merupakan nama “dugaan”.

DAFTAR ANEKA RAGAM PENULISAN YAHWEH :

YAHUEH — YAHWAH — YAHOHEWAH
YAHUAH — YEHWAH — YAHUWAH
YAHEVAHE — YEHWEH — YAHVEH
YOHWAH — YAHWEH — YAHOHEVAH
YOHWEH — YAHWE — YEHOVAH
YAOHU — YAHUWEH – YAHEVEH

Kata YAHWEH sebagai pengucapan dari aksara Ibrani יהוה itu sebenanya salah-kaprah. Huruf vocal apakah yang ada di antara empat konsonan (huruf mati) kata sakral Y-H-V-H sehingga harus dibaca YAHWEH ?

Ada yang memberi rekaan vowels diantara 4 huruf suci יהוה – YHVH supaya dapat dibaca “YAHWEH” demikian :

יַהְוֶה

Namun penyisipan vocal semacam itupun masih bersifat “rekaan” (tidak dapat diklaim sebagai yang paling sahih), disamping itu penyisipan vocal semacam ini tidak dikenal dalam naskah-naskah Alkitab PL (TANAKH) di kalangan kaum Yahudi sendiri. Misalnya, lihat kutipan ayat diatas Devarim 6:4 (Ulangan 6:4), tidak terdapat penyisipan vocal יַהְוֶה pada ayat tsb.

Empat kombinasi konsonan YHVH itu jika dibubuhi vokal bakal menjadi aneka ragam kombinasi:

YAHAVAH – YAHAVEH – YAHAVIH – YAHAVOH – YAHAVUH
YAHEVAH – YAHEVEH – YAHEVIH – YAHEVOH – YAHEVUH
YAHIVAH – YAHIVEH – YAHIVIH – YAHIVIH – YAHIVUH
YAHOVAH – YAHOVEH – YAHOVIH – YAHOVOH – YAHOVUH
YAHUVAH – YAHUVEH – YAHUVIH – YAHUVOH – YAHUVUH
(bahasa Ibrani tidak mengucapkan konsonan ganda)

“YAHWEH” bukan kata Ibrani :

Seperti ditulis di atas, kata YAHVEH atau YAHWEH bukanlah kata Ibrani. Pengucapan YAHVEH dipopulerkan di tahun 1567 oleh Genebrardus dengan penulisanIAHVE, JAHVE (Chronographia, Paris, 1567).

Berdasarkan penelitian, Genebrardus meminjam istilah Klemens dari Alexandria, kalangan Platois Gnostik, ejaan Yunani dari nama dewa Zeus yaitu IAOVE, yang juga dikenal sebagai JOVE, dewa Yupiter bangsa Romawi. Guna mendukung penemuan ini, Genebrardus mengutip Alkitab Samaria yaitu kata IABE, mengubahnya menjadiYABE, dan terakhir mengubah B menjadi V sehingga tertulis YAVE. Tinggal menyesuaikan dengan empat huruf sakral yakni menambah dua huruf H di tengah dan di akhir kata, jadilah YAHVEH

Reff. http://jesus-messiah.com/html/yaho-meaning.html , saya kutip sebagian :

Quote:

…. Yahweh is not the name of the true Jewish God. This name was invented modernly by Benedictine Gilbertus Genebrardus between 1550-1567. Genebrardus became the champion of the Samaritan Bible’s name for God. He extracted YaBe, changed the “B” to a “V” and produced YaVe, which as we can see is the same thing of the gnostics and neo-platoist Clement–Iao-ve, Epiphanius–Iave, Theodoret–Iabe! By adding the “h” he formed YaHveH and at last YaHweH as it is now spelled. It is interesting to note that not in Clement, Origen, Epiphanius, or Theodoret, was there an attempt to reconcile these names of pagan gods with a tetragrammation name of YHVH. Genebrardus did not try his hand at alphabet soup concerning the name of God until he translated the works of Origen and there he found the name of God issue and modernized the spelling. What has plagued this name Yahweh is the “Yah” portion that cannot be separated from paganism…..

Kembali ke pertanyaan : Apakah YAHWEH nama TUHAN yang Paling Sahih?

Uraian diatas sudah membahas bahwa “YAHWEH” sebenarnya bukan kata Ibrani.

Ada satu Versi Alkitab terjemahan yang menghapus semua kata “Allah” dalam versi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan “menggantinya” dengan kata “Tuhan” dan”YAHWEH” , namanya KITAB SUCI UMAT PERJANJIAN TUHAN (KSUPT).

Yang menjadi ganjalan, mengapa ada kata “Tuhan” dalam “Alkitab Jiplakan” KSUPT yang notabene mengharamkan kata “Allah” dengan alasan bahwa “Allah” itu nama berhala yang disembah umat Muslim. Padahal ada pendapat yang juga patut dikaji bahwa kata “Tuhan” itu sebenarnya berasal dari kosakata bahasa Sansekerta “Tuh Hyang” yang artinya “Kepala Para Dewa”. Dengan kata lain Tuh yang adalah Pemimpin para dewa, yang akhirnya dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Kata “Tuhan”tidak dikenal di dalam literatur Yahudi, kristiani maupun Islam. Kata tersebut adanya hanya dalam literatur Hindu atau Budha saja. Begitu juga kata “sembayang”, ini berasal dari kata “sembah Hyang” atau menyembah sang Dewa.

Kami tidak mempermasalahkan suatu kalangan merasa lebih “afdol” menyebut nama TUHAN dengan “YAHWEH”, sepanjang mereka tidak “menyalahkan” kelompok lain yang tidak menggunakan nama “YAHWEH”. Jikalah kelompok pengguna nama “YAHWEH” mengklaim nama-nama Tuhan yang lainnya termasuk kata serapan Arab“Allah” adalah nama “berhala”, maka kami juga akan mengatakan bahwa “YAHWEH”-pun adalah nama berhala.

Silahkan siapa saja mau menggunakan nama “YAHWEH” dan silahkan yang lainnya menggunakan nama “God/ Allah/ ‘Elah/ ‘Eloah/ ‘Elohim” silahkan juga kalau lebih senang memanggil-Nya dengan “天 – tiān” atau “上帝 – Shang Di”, atau “Gusti”, atau bahkan menyebut-Nya dengan bahasa gaul “BOSS”, dan lain-lain, sebagai panggilan kepada-Nya dengan sikap hormat dan sikap menyembah, itu namanya Freedom of Faith!

Blessings,
BP
November 29, 2007

Sumber :
– Yohannes/ Biblika
http://jesus-messiah.com
– dan beberapa sumber lain

Artikel terkait :

– Pandangan Dari Sisi Lain Tentang Nama “YAHWEH”, di http://www.sarapanpagi.org/pandangan-da … 28.html#p66

YHVH – YEHOVÂH, Studi Kata, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=22#22
Pemakaian Nama YHVH Sebagai “Nama Berhala”, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1166#1166
ALLAH ADALAH BERHALA?, di http://www.sarapanpagi.org/allah-adalah … .html#p1627