Allah tetapkan Muslim jadi pezinah, tapi Kemaluan menyangkal ketetapan Allah SWT itu

Posted on

Shahih Muslim 12 Kitab Takdir Bab 3: Ketentuan nasib manusia terhadap zina dan lainnya

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ قَالَ عَبْدٌ فِي رِوَايَتِهِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu
Link bahasa arab
Hadits marfu’ Nomor: 4801 Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/
Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

Apa kesimpulan dari perkataan nabi agung ini??? Penting diingat, Allah menetukan manusia menjadi pezinah, atau bukan, tetapi alat kelamin, atau kemaluan dapat menyangkal ketetapan Allah SWT...

 

Kitab Takdir
Bab 3: Ketentuan nasib manusia terhadap zina dan lainnya[/size]
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ قَالَ عَبْدٌ فِي رِوَايَتِهِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu

Link bahasa arab
Hadits marfu’ Nomor: 4801 Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/
Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

Apa kesimpulan dari perkataan nabi agung ini??? Penting diingat, Allah menetukan manusia menjadi pezinah, atau bukan, tetapi alat kelamin, atau kemaluan dapat menyangkal ketetapan Allah SWT...
Hadits itu menurut ulama ahli tafsir adalah menjelaskan tentang QS An-Najm 31-32

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga).(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

(kalimat yg di bold dan garis bawah) artinya Allah memberi balasan (upah) kepada orang2 yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji sedangkan kesalahan-kesalahan kecilnya tidak diperhitungkan oleh Allah. Nah, kesalahan-kesalahan kecil itu diantaranya adalah tentang zinah mata, pendengaran. dan itu mesti terjadi oleh seseorang didalam mereka berinteraksi dengan sesama manusia (wanita dan laki-laki). itulah yang disebut dalam Hadits itu TAKDIR (kemestian atau keniscayaan). Mata memandang wanita, telinga mendengar suara lembut wanita dan ucapan yang itu adalah dosa kecil adapun klimaksnya sebagai DOSA BESAR adalah terjadinya PERZINAHAN. Begitulah maksud Hadit tersebut, bisa dipahami ??