Injil Tidak Pernah Dirubah (Menjawab Tuduhan Allah SWT didalam Al-Quran)

Posted on Updated on

Sebab Alkitab Kekal

Kitab Jesaya 34:(16)

Carilah Di Dalam Kitab Tuhan Dan Bacalah: Satupun Dari Semua Makhluk Itu Tidak Ada Yang Ketinggalan Dan Yang Satu Tidak Kehilangan Yang Lain; Sebab Begitulah Perintah Yang Keluar Dari Mulut Tuhan, Dan Roh Tuhan Sendiri Telah Mengumpulkan Mereka.

Ayat Ini Dengan Jelas Mengatakan Bahwa Tak Satupun Ayat Dari Alkitab Yang Akan Berubah Atau Hilang, Alkitab Tetap Abadi

JESAYA 40:(8)

Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Dan Jikapun Alam Berubah Alkitab Tidak Akan Berubah

Matius 5:(18)

Karena aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi.

Nubuat Dalam Alkitab Akan Digenapi Sebelum Dunia Ini Lenyap

LUKAS 21:(33)

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Dan Bahkan Jika Pun Dunia Ini Telah Hancur Dan Kiamat Firman Tuhan Dan Alkitab Akan Tetap Abadi

WAHYU 22:(18)

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
(19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

BEBERAPA BUKTI ILMIAH:

 

  • Bukti-Bukti Luar

Bukti-bukti luar, yaitu fakta-fakta diluar Kitab Suci memperlihatkan bahwa Kitab Suci adalah sumber informasi yang dapat dipercaya.

  • Bukti-Bukti Ilmiah

Belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan kesalahan Kitab Suci dalam hal apapun. Banyak orang akan mengatakan, “Kitab Suci bukan buku ilmiah, tapi ditulis untuk memberikan pandangan keagamaan atau kerohanian tentang dunia.” Arti dari pernyataan ini adalah bahwa karena pernyataan-pernyataan di Kitab Suci bersifat rohani, maka pernyataan-pernyataan itu tidak bisa diterima secara benar dan mutlak. Jadi, kita diajari untuk tidak mempercayai detail-detail ilmiah melainkan hanya mempercayai ajarannya yang moral atau ajarannya yang kerohanian.

Jalan pikiran ini salah karena tidak logic. Bagaimana kita dapat memutuskan pernyataan mana yang benar dan mana yang salah? Kalau kita tidak bisa mempercayai beberapa pernyataan-pernyataan dalam Kitab Suci, berarti kita tidak bisa mempercayai pesan-pesan moral atau kerohanian yang di ada dalamnya. Alasan untuk tidak mempercayai pesan-pesan kerohanian ini adalah karena kita tidak akan mempunyai standard untuk mengetahui hal-hal mana yang akurat dan penting dalam hidup kita dan hal-hal mana yang tidak akurat dan tidak bisa dipercayai.

Jalan pikiran ini salah karena ini adalah pelecehan terhadap Tuhan yang telah mengarang Kitab Suci. Ketepatan daripada kejadian-kejadian, orang-orang, tempat-tempat didalam Kitab Suci memperlihatkan ke-integritas-an Tuhan, juga berarti Dia memberikan pernyataan-pernyataan yang seharusnya diterima seutuhnya dan yang memperlihatkan kemampuan Tuhan untuk menjaga ke-akuratan isi Kitab Suci selama berabad-abad. Kita tidak akan bisa melampaui batas kepercayaan akan keakuratan pernyataan-pernyataan jasmani akan dunia seperti yang tertera didalam Kitab Suci karena itu melambangkan Tuhan yang mengarangnya.

 

  • Sebuah Contoh Dari Bidang Geology

Salinan yang tertua dari puisi-puisi dan karangan-karangan Yunani adalah dari 800 sampai 1000 tahun lebih baru daripada tulisannya yang asli. Tapi, tidak ada ilmuwan yang akan menerima pernyataan bahwa barang-barang Yunani ini menyeleweng dari aslinya dan seharusnya dibuang. Sebaliknya, salinan tertua dari berbagai buku Perjanjian Lama hanyalah 200 tahun lebih baru dari aslinya. Dan salinan tertua dari berbagai buku Perjanjian Baru tertanggal 50 sampai 80 tahun setelah tulisan aslinya. Dari dasar informasi ini, Kitab Suci seharusnya dipercayai paling tidak seperti literatur Yunani, yang sampai sekarang masih sangat dipercaya.

Penemuan-penemuan baru-baru ini telah memperkuat bukti keintegritasan sejarah Kitab Suci, yang menyebabkan banyak archaeologist yang dulunya melecehkan Kitab Suci menjadi berbalik dari menentang menjadi menghormati Kitab Suci. Contohnya, Kejadian 15:20 menyebutkan orang-orang yang dipanggil bangsa “Het”. Selama berabad-abad, orang-orang menertawakan Kitab Suci karena dianggap mengada-ada tentang bangsa ini. Tapi beberapa puluh tahun yang lalu, ditemukan reruntuhan di sebuah kota di Turki, sebelah Utara Israel modern, yang terbukti sebagai kota penting peninggalan bangsa Het.

 

  • Bukti-bukti sejarah

Kitab Suci menuliskan kejadian-kejadian sebelum mereka terjadi. Nabi Yesaya berbicara mengenai seorang raja Persi yang bernama Koresh, yang pada masa depan akan membangun kembali bangsa Yehuda. Persia adalah kerajaan yang besar, terletak ditempat mana Iran ada sekarang.

Yesaya menulis dimasa bertahtanya raja Yehuda bernama Raja Hezekiah, yang mati pada tahun 687 Sebelum Masehi, tetapi Koresh belum bertahta sampai 80 setelah Yesaya meninggal. Hanya Tuhan yang dapat tahu nama seseorang yang bakal menjadi raja Persia sebelum dia duduk bertahta.

Banyak nubuat-nubuat (penafsiran) tentang Yesus Kristus yang dinyatakan 1000 tahun sebelum Dia lahir. Setiap buku Perjanjian Lama dari kitab suci berbicara mengenai Yesus secara jelas. Contohnya, perhatikan detail-detail dari Mazmur 22, Yesaya 53, Mikha 5:2.

Setelah mempelajari bukti-bukti sejarah ini, kita hanya mempunyai pilihan-pilihan sebagai berikut. Kitab Suci ditulis oleh-Nya yaitu seseorang yang tidak bisa dibatasi oleh waktu, atau Kitab Suci adalah lelucon, atau Kitab Suci adalah suatu penipuan dimana orang-orang kemudian menambah-nambahkan nubuat-nubuat untuk membuatnya menjadi bagus, atau Kitab Suci adalah penipuan jahat. Pilihan yang benar adalah bahwa Kitab Suci adalah Firman Tuhan yang kudus dan benar.

 

  • Bukti Dari Pengalaman Pribadi

Sumber lain dari Bukti-Bukti luar adalah pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah diubah oleh Kitab Suci. Ada perubahan-perubahan dalam hidup sesesorang yang telah menempatkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus dan yang berjalan menurut kata-kata-Nya, yaitu Kitab Suci. Dengan kata lain, Kitab Suci dapat melakukan hal-hal yang dijanjikannya untuk orang-orang yang percaya.

Kitab Suci berjanji untuk melepaskan hukuman dan memberi keyakinan bahwa tidak akan ada penghakiman untuk semua yang percaya akannya (Yohanes 5:24, Roma 8:1, 16, I Yohanes 4:18). Kitab Suci menjanjikan untuk membersihkan diri seorang Kristen (Mazmur 119:9, 11, Yohanes 15:3). Kitab Suci menjanjikan kebebasan dari perbudakan oleh dosa dan juga kebijaksanaan dan kekuatan untuk mengalahkan dosa (Yohanes 8:34-36, Roma 6:18, Kolose 3:1-2). Kitab Suci memberikan arti dan tujuan hidup, yang mendorong seorang Kristen untuk melayani Tuhan-nya (1 Petrus 2:9). Semua hal ini adalah bagian dari pengalaman yang dialami orang yang percaya. Orang-orang percaya mengalami sebuah kehidupan yang sebelumnya tidak mereka miliki, sebuah hidup baru yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa mereka tidak lagi penuh dengan kepahitan dan penyesalan akan masa lalu mereka setelah mereka membaca tentang pengampunan Tuhan (Ibrani 10:16-17). Orang-orang percaya mengalami sebuah hidup baru yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa mereka akan berkorban untuk orang lain. Orang-orang percaya mengalami sebuah kehidupan baru yang dibuktikan oleh kenyataan bahwa mereka dapat mengalahkan ketakutan-ketakutan mereka karena mereka tinggal didalam Tuhan dan bukan didalam harapan kosong bahwa semuanya akan berlalu begitu saja. Seseorang yang percaya didalam Kitab Suci mengalami pengalaman rohani yang menunjukkan bahwa janji- janji Kitab Suci itu lebih dari sekedar puisi, bahwa janji-janji itu benar dan bersaksi didalam hatinya bahwa kepercayaannya atas Kitab Suci tidak tergoyahkan.

  • Bukti-Bukti Dalam

Disamping bukti-bukti luar, ada juga bukti-bukti dalam yang memberi kita alasan untuk mempercayai Kitab Suci. Dengan kata lain, ada bukti-bukti didalam Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Kitab Suci sumber informasi yang dapat dipercaya dan digantungi.

 

  • Kesaksian Kitab Suci

Kitab Suci menyatakan bahwa dia berasal dari Tuhan. Contohnya, di II Samuel 23:2 Daud yang menulis banyak ayat-ayat didalam mazmur, mengatakan bahwa apa yang dia tuliskan berasal dari Tuhan. Yeremia mengatakan hal yang sama (Yeremia 1:4), juga rasul Paulus (I Tesalonika 2:13). Petrus mengatakan bahwa tulisan-tulisan Petrus adalah “tulisan suci” (scripture – red) (II Petrus 3:16). Yesus sendiri berkali-kali menyatakan kepercayaan-Nya akan Kitab Suci (Lukas 16:17, 24:44, Yohanes 17:17). Contohnya, Yesus berulang kali menyatakan bahwa semua cerita-cerita didalam Perjanjian Lama adalah kejadian yang benar terjadi (Lukas 11:51, 17:26-33).

 

  • Keterpaduan Kitab Suci

Kitab Suci ditulis dalam jangka waktu lebih dari 1.500 tahun, dari zaman Musa (sebelum 1400 Sebelum Masehi) sampai zaman Rasul Paulus (sekitar 100 Masehi). Jumlah total dari penulis-penulisnya paling tidak 40 orang. Tetapi, walaupun orang-orang ini menulis dizaman yang berbeda-beda, pesan-pesan yang mereka tulis selalu sama, tanpa ada pertentangan apapun. Ini disebabkan karena Tuhanlah yang mengarangnya, yang menggunakan orang-orang untuk menuliskan apa yang ingin dikatakan oleh-Nya. Penulis-penulisnya hidup dan mati dizaman yang berbeda-beda, tapi Tuhan yang sama yang hidup selama-lamanya menyuruh setiap penulis apa yang harus dituliskan. Karena itu, kita dapat membandingkan bagian-bagian dari Kitab Suci dan menemukan bahwa mereka setuju, menopang, dan menjelaskan satu sama lain (I Korintus 2:13). Kita dapat membaca bagian manapun dari Kitab Suci dan tahu bahwa itu dapat dipercaya sepenuhnya.

  • Isi Kitab Suci

Bukti dalam yang paling menakjubkan tentang Kitab Suci adalah topik-topik yang dibahas didalamnya. Isi dari Kitab Suci, hal-hal yang dibahasnya, adalah hal-hal yang dapat dituliskan hanya apabila Kitab Suci ditulis oleh Tuhan. Contohnya, Kitab Suci mengatakan bahwa Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan (Yohanes 10:30); Kitab Suci mengatakan bahwa murid-murid Yesus menyatakan bahwa Ia Tuhan (Yohanes 20:28); Kitab Suci menyatakan bahwa Bapa menyatakan bahwa Ia Tuhan (Ibrani 1:8). Kesimpulan dari kesaksian ini adalah bahwa kalau tidak Kitab Suci ini adalah gila dan jahat, atau bahwa Kitab Suci adalah benar dan satu-satunya buku yang seperti itu.

Contoh lain yang penting adalah bahwa hanya Kitab Suci membicarakan masalah dosa (I Yohanes 3:14). Tidak ada orang lain yang mempunyai keberanian untuk menuliskan kenyataan-kenyataan hidup manusia seperti didalam Kitab Suci. Kitab suci menggambarkan gambaran yang menyeramkan. Kitab Suci menyinggung kita, dan kita tidak senang membacanya. Ini menerangkan mengapa kita susah untuk mempercayai Kitab Suci. Masalahnya bukan bukti kebenarannya melainkan hati kita. Siapa yang ingin tahu bahwa dia dalam bahaya, jahat, pendosa yang buruk? Siapa yang akan bersuka cita waktu dia diberitahu bahwa dia sedang menuju ke neraka, dimana dia akan menderita selamanya dibawah hukuman Tuhan? Siapa yang menyambut pengetahuan bahwa tidak ada kebaikan sama sekali didalam dirinya dan bahwa dia sedang didalam pemberontakan melawan Tuhan yang telah menciptakannya?

Hanya Tuhan yang dapat jujur kepada kita karena Dia tahu akan kebenaran. Hanya Tuhan yang mau berterus-terang kepada kita untuk menyatakan kasih-Nya. Kasih sejati tidak dinyatakan dengan kata-kata orang yang mencoba untuk membuat kita merasa enak dengan cara menyanjung, tapi meninggalkan kita didalam kesusahan karena mereka tidak punya pengharapan yang riil untuk kita. Kasih sejati dinyatakan dalam kebenaran karena itu satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan kita. Kejujuran Kitab Suci tentang manusia tidak menarik. Tetapi, Kitab Suci berisi kata-kata dari seorang teman sejati. Tuhan tahu kita sedang berjalan dipinggir jurang, siap untuk jatuh ke neraka. Dia memberitahu persisnya apa yang kita butuh untuk tahu untuk menghindari kemalangan ini. Walaupun Kitab Suci tidak akan tampil sebagai salah satu buku paling popular tahunan, tapi hanya Kitab Suci yang dapat menjanjikan dan memberi janji-janji seperti “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

  • Pesan Kitab Suci

Ada satu hal terakhir yang harus kita pertimbangkan untuk menilai kebenaran Kitab Suci. Kebanyakan orang percaya akan adanya Tuhan. Tapi jika Tuhan itu memang Tuhan,berarti Dia berkata-kata dengan kuasa yang mutlak dan kita harus berserah kepada kata-kata-Nya. Dengan kata lain, apa yang kita pikir tentang kata-kata Tuhan, dan bagaimana kita bereaksi terhadapnya, mengambarkan pikiran kita tentang Tuhan. Kita tidak dapat memisahkan Tuhan dan Kitab Suci-Nya. Kita tidak harus percaya kepada Kitab Suci, tapi kita harus menghadapi akibatnya. Kalau orang tidak percaya akan Tuhannya Kitab Suci maka mereka akan bertingkah- laku menurutnya, karena buah pahit dari ke-egoisan mereka akan hasilkan, seperti kata Kitab Suci. Ini adalah bukti paling mengerikan. Juga, mereka harus menghadap Tuhan yang marah yang mengejar mereka diluar batas liang kubur dan akan memaksa mereka untuk berserah kepada kata-kataNya dihari penghakiman, seperti kata Kitab Suci.

Mempertanyakan tentang kebenaran Kitab Suci adalah hal yang baik. Kitab Suci dapat menghapuskan keragu-raguan kita dan terbukti benar. Yakobus 1:6 mengatakan bahwa kita tidak boleh ragu-ragu untuk meminta kepada Tuhan akan kemampuan untuk percaya kata-kataNYa dan kebijaksanaan untuk mendapatkan yang terbanyak dari Kitab Suci. Tetapi, Kitab Suci adalah suci. Hanya kalau kita menghampiri Kitab Suci dengan rendah hati dan pikiran terbuka untuk kebenaran kita akan bisa menemukan jawaban yang kita inginkan.

“”Bagaimanakah sampai Seorang Pendosa( Muhammad SAW) & Pendusta(Allah SWT) bisa  mengatakan bahwa Injil kami telah dirubah…????  Mahasuci Yahweh yang telah melindungi Kitab dan Perkataaan- Nya”

“Firmanmu adalah Kebenaran : Yohanes 17:17 

Shaloom…