MEMBONGKAR KEDOK ISLAM (BUKTI BAHWA AL-QURAN ADALAH HASIL CONTEKAN DARI KITAB AGAMA LAIN)

Posted on Updated on

Dalam Alkitab dan Taurat dipercaya bahwa setiap Nabi sebelum mati memberi nubuat tentang nabi yang   kan datang setelah dirinya. 
Misalnya Abraham menubuatkan kedatangan Musa, Musa menubuatkan kedatangan Daud, dan seterusnya. 

Sebaliknya seluruh nabi2 Perjanjian Lama dari awal sampai akhir menubuatkan “kedatangan sang Mesiah (Juru Selamat)”. Karena tidak ada dalam kitab Yudaisme dan Kristen, dari mana dong Muhammad mendapatkan anggapan setiap nabi menubuatkan nabi yang akan datang? 

Jawabannya dapat dilihat dalam buku Zoroastria yang bernama “Dasâtîr-i Âmânî” yang ditulis di jaman Khxur Parwez dan diterjemahkan dalam bahasa Dari. 

Buku Dasâtîr-i Âmânî terdiri dari “15 kitab” yang katanya diturunkan kepada “15 Nabi”, dan “nabi yang terakhir” datang adalah “nabi Zoroaster” sendiri.

Setiap buku menyebut “nama nabi berikut” (kek kisah Film Seri saja) yang akan datang kemudian. Buku2 ini tidak diragukan lagi hanyalah “buku dongeng kuno” belaka, tapi ternyata kemudian Muhammad dengan liciknya mengambil gagasan “nubuat tentang nabi masa depan dan nabi achir zaman” yaitu dirinya sendiri !

Di kalimat kedua dalam setiap buku ini tercantum kalimat: 
“Dalam nama Tuhan, Sang Pemberi anugrah, Yang Maha Pemurah” 

Kalimat ini mirip dengan “kalimat awal” di Surah2 Qur’an (kecuali Surah 9): 
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang” 

Kalimat pertama dalam buku Zoroastria lainnya yang berjudul Dînkart juga mencantumkan hal yang serupa: “Dalam nama Ormazd Sang Pencipta”


Jadi kebiasaan mencantumkan awal kalimat “demi nama Tuhan” atau “dalam nama Tuhan” lazim dalam kitab2 agama Zoroastria. Muhammad “mencatut gagasan ini” (COPY) dan memasukkannya (PASTE) dalam Qur’an. 

Selain dari kitab2 suci dan catatan tradisi Yudaisme dan Kristen, ternyata Muhammad pun “mencatut banyak sekali” gagasan agama Zoroastria (dari Persia).

contohnya di posting2 terdahulu, misalnya:
ide tentang houris di surga, 
– nama2 malaikat yang turun ke bumi dan berbuat dosa, 
– cahaya di jidat Muhammad, 
– jembatan Sirat, 
– sembahyang lima waktu, 
– keesaan Tuhan, dll. 

Sekarang saya ajukan contoh baru yakni nama2 Tuhan dalam Islam dan Zoroastria.
– Dalam Qur’an, Muhammad berkata bahwa terdapat “99 nama Tuhan”. 
– alam kitab suci Zoroastria berjudul Avesta (vol. Iii, hal. 23) dinyatakan terdapat 72 (angka keramat bagi kaum Parsis) nama Tuhan (Ahura Mazda). 

Mari kita bandingkan beberapa nama keduanya: 

Nama Tuhan dalam Qur’an……………Nama Tuhan dalam Avesta : 

– Sang Pencipta (vi. 102) ……………..Sang Pencipta (Ormazd Yast, 8, 13) 

– Tuhan (the Lord) (xli. 30, 46)……….Ahura (the Lord, Ormazd Yast, 8 ). 

– Yang Maha Tahu (xli. 36; xv. 25)…….Mazdau (Yang Maha Tahu, Ormazd Yast, 12) 

– Yang Maha Melihat (xxii. 60,75)…….Yang Maha Melihat(Ormazd Yast, 8, 12) 

– Yang Maha Kuat (xxii. 40)……Maha Kuat (Ormazd Yast, 7) 

-Yang Maha Terpuji (xxxiv. 6)….Maha Terpuji (Ormazd Yast, 12) 

– Maha Kuasa (xiii. 16)….Maha Kuasa (Ormazd Yast, 8 ) 

– Yang Maha Adil (v. 42)…..Maha Adil (Ormazd Yast, 15) 

– Yang Maha Cepat (v. 6)…..Dia Yang Menghitung Cermat (Ormazd Yast, 8 ) 

– Maha Besar (xxxi. 30)…..Maha Besar (Ormazd Yast, 15) 

– Kalimat awal setiap Sura (kecuali Sura 9) dalam Qur’an berbunyi: 

“Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani” 

Ide ini ternyata diambil dari agama Zoroastria. Dalam kitab suci kuno Zoroastria yang Dasatir i Asmani yang terdiri dari 15 bagian. Dalam setiap bagian, di ayat ke dua, tercantum kalimat: 
“Dalam nama Tuhan, Sang Pemberi, Sang Pemaaf, Sang Pengampun, dan Yang Adil. 

Kitab Bundahishnih juga menyebutkan kalimat yang sama: 
“Dalam Nama Ormazd, Sang Pencipta.” 

Kitab2 Yahudi juga banyak yang dimulai dengan kalimat: 
“Dalam nama Tuhan” 
“Dalam Nama yang Maha Kuasa” 

Tapi menurut Sale dan Palmer (2 Sale’s Koran, Prel. Disc., p. 45: Palmer’s Qur’an, p. lxviii. Personal inquiries of Parsi friends in India), Muhammad lebih banyak mencatut dari kepercayaan Zoroastria daripada kepercayaan Yahudi tentang ucapan Bismillah ini.

Setelah Muhammad habis2an “mencuri ide” dari agama satu ke agama yang lain untuk menciptakan agama barunya, dia lalu mengirimkan tentara2 Muslim untuk menyerang umat2 agama lain (non-Islam) tersebut. Ini semua terjadi sewaktu Muhammad tinggal di Medinah. Hanya kematian saja yang menghentikan dirinya untuk memerangi “umat agama lain” (disebut “KAFIR” dalam Islam).

Sialnya, peperangan atas nama Islam dengan menyerang umat agama lain “terus dilakukan” kalifah2 selanjutnya pengganti Muhammad, bahkan berlanjut sampai sekarang ini. Hanya Munculnya Dajjal Besar “Anti Kristus” yg akan menghentikan “penyerangan2 ini” karena Anti Kristus dengan Iblis yg ada dalam dirinya akan menurunkan Agama Baru dengan Nabi Palsu Baru yaitu “Agama Satu Dunia” dimana Anti Kristus akan “mempersatukan” Dunia Terkutuk ini dengan Satu System Keuangan/Moneter yaitu System Barcode 666, Satu Politik, Satu Negara, Satu Budaya dan terachirnya “Satu Agama” !

Kita sudah tahu bahwa Muhammad banyak mencuri informasi dari agama Zoroastria (dari kekaisaran Persia) untuk mempertebal Qur’an busuknya itu. Lalu apakah yang kemudian terjadi atas Persia?

Jika kita menggali sedikit buku2 sejarah, kita bisa membaca ajakan paksa masuk Islam juga dikirim untuk Raja di Raja, Sinar Bangsa Arya, yakni Yazdgird III, Raja Persia, yang pada waktu itu dianggap orang yang sangat berkuasa. Mungkin saat itu adalah saat menentukan bagi Islam dan penaklukkan atas dunia.

Sejarah menyatakan bahwa 1.400 tahun yang lalu, Umar Ibn Al Khattab, Kalifah Islam kedua, mengirim surat kepada Raja Yazdgrid III dari Persia itu untuk melakukan Bai’at (bergabung bersama Kalifah dan menerima Islam).

Umar menulis: 
“Di jaman dahulu, kekuasaanmu mencapai separuh dunia yang dikenal, tapi apa yang terjadi sekarang? Tentaramu telah dikalahkan di semua pihak dan negaramu hampir runtuh. Aku menawarkan padamu jalan untuk menyelamatkan dirimu. Mulailah sembahyang pada Allah, Tuhan yang Esa, Tuhan satu2nya yang menciptakan seluruh alam semesta. Kami bawa pesan Allah padamu dan dunia. Sembahlah Allah, Tuhan yang sejati.” 

Raja Yazdgird III lalu menulis surat balasan kepada Umar yang isinya:

“Dalam nama Ahura Mazda, pencipta Kehidupan dan Kecerdasan: 
Kau, dalam suratmu menulis bahwa kau ingin mengarahkan kami kepada Tuhanmu, Allah tanpa tahu siapa kami sebenarnya dan siapa yang kami sembah. Sungguh mengherankan jika kau berkedudukan sebagai Kalifah (Penguasa) Arab, tapi pengetahuanmu setingkat dengan orang Arab kelas rendah yang berkeliaran di padang pasir Arabia, dan sama pula dengan orang suku padang pasir! 

”Kau menganjurkan kami menyembah Tuhan yang esa tanpa tahu bahwa ribuan tahun masyarakat Persia telah menyembah Tuhan yang esa dan mereka menyembahNya “lima kali sehari”!

“Kala kami telah mendirikan kebudayaan penuh kemakmuran dan perlakuan luhur di dunia dan menegakkan Pikiran2 Baik, Kata2 Baik, Perbuatan2 Baik dengan tangan2 kami, kau dan kakek moyangmu “masih berkeliaran” di padang pasir, makan kadal, dan kau “tidak punya apa2” untuk menafkahi dirimu dan kalian “mengubur bayi2 perempuan kalian yang tanpa dosa hidup2.” (Ini adalah tradisi Arab kuno, karena mereka lebih memilih punya anak laki daripada anak perempuan)

”Kalian pancung anak2 Tuhan, bahkan pula tawanan2 perang, memperkosa kaum wanita, merampoki kafilah2, melakukan pembunuhan massal, menculik istri orang dan mencuri harta benda mereka! Hati kalian terbuat dari “batu”, kami “kutuk segala kekejian yang kalian lakukan”. Bagaimana mungkin kau mengajari kami “Jalan2 Tuhan” jika kau melakukan “perbuatan2 keji itu?”

”Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk membunuh, meram poki dan menghancurkan? Apakah kalian sebagai umat Allah yang melakukan ini dalam nama-Nya? Ataukah kalian berdusta dengan alasan “menggunakan nama-Nya?” 

”Katakan pada kami. Dengan segala kekuatan miltermu, kelakuan barbarmu, pembunuhan dan perampokna dalam nama Allah yang Akbar, apakah yang telah kau ajarkan pada tentara Muslim ini? Pengetahuan apakah yang kausampaikan pada Muslim yang ingin kau paksa untuk ajarkan pada non-Muslim? Budaya apakah yang kau dapatkan dari Allahmu, sehingga kau berani2nya memaksakan itu kepada orang lain?” 

”Aku mohon kau tetap bersama Allahmu yang Akbar di padang pasirmu dan tidak bergerak mendekat ke kota2 kami yang beradab, karena agamamu mengerikan dan kelakuanmu amat biadab!” 

(Salinan “Surat Asli” ini (632 AD – 651 AD) bisa dilihat di London Museum) 

Dengan surat ini, perang pun dimulai dan pasukan Arab Islam di bawah komandan perang yang bengis yang bernama Sa’d ibn Abi Waqqas bergerak mendekat. Tentara Persia dikalahkan dalam Perang Qadisiyah. Rostam Farokhzad, komandan perang Persia yang gagah berani dibunuh dan usaha akhir Yazdgird untuk membalas kekalahan ternyata tidak berhasil, sehingga Islam pun memasuki saat kemenangan baru.

Orang2 Arab lalu memaksa masyarakat Persia memeluk Islam. “La ilah ilallah, Mohammed ur Rasulallah” (Tiada Tuhan selain Awloh dan Muhammad adalah RasulNya).

Mereka yang tidak mau mengucapkan syahadat (kalimat pengaku an di atas) diancam bunuh atau dipaksa bayar pajak yang berat dan hukuman2 tidak adil lainnya.

Sebelum Islam masuk dan menjajah Persia, kekaisaran Persia merupakan “budaya unggul”, terutama, termakmur dan terbaik di seluruh tanah Timur Tengah. 

– Begitu disentuh Islam, maka “mundurlah sudah semua prestasi yang dicapai masyarakat Persia saat itu”. Kemunduran terus berlangsung sampai detik ini. 

– Hal yang sama juga terjadi pada Kerajaan Mesir yang tadinya unggul dan penuh prestasi. Begitu dijajah Islam, maka mundurlah sudah Mesir sampai detik ini di titik terendah, tidak punya harga diri lagi, harus disuapin kafir Barat untuk bisa hidup. 

– Hal yang sama juga terjadi pada Indonesia yang tadinya jaya, disegani, dihormati di seluruh Asia Tenggara. Begitu Islam masuk, musnahlah sudah segala prestasi mengagumkan itu. Yang tersisa hanyalah kebobrokan, kemiskinan, ketidakberdayaan, yang menghasilkan rasa malu dan pilu belaka karena harus utang kanan-kiri untuk menghidupi diri sendiri. 

ISLAM ADALAH AGAMA PADANG PASIR CIPTAAN ARAB BARBAR. 

SEMUA YANG DISENTUH ISLAM BERUBAH JADI PADANG PASIR YANG KERING KERONTANG, JAUH DARI KEMAKMURAN, KESEJAHTERAAN, DAN KEDAMAIAN.BENCANA ALAM DAN PENDERITAAN DATANG SILIH BERGANTI BAGAIKAN MBAK MENERPA KE PANTAI. 

RENUNGKANLAH SEMUA INI HAI UMAT MANUSIA, BETAPA KUTUK ALLAH YHWH SELALU MENGIKUTI DIMANAPUN “AGAMA PALSU DAN SESAT” INI MENDOMINASI ! 

Saat Muhammad menaklukkan Mekah, dia masuk Ka’abah dan lalu menghancurkan gambar2 Abraham dan malaikat2 yang berada di dinding2 Ka’abah. Dia menghancurkannya dengan kedua tangannya sebuah patung merpati terbuat dari kayu dan lalu melemparkannya.  Allah cepat2 menurunkan ayat Q 3:67 tentang Abraham yang mensahkan penghancuran yang dilakukan Muhammad atas patung2 berhala dan gambar2. Setelah itu Muhammad memerintahkan panglima2 perangnya mengunjungi suku2 Arab di sekitar Mekah untuk melakukan penghancuran terhadap rumah2 ibadah non-Islam dan berhala2nya pula: 

Penghancuran berhala Yakut milik Bani (suku) Tayii di al-Fuls oleh Ali b. Talib atas perintah Muhammad pada bulan September, 630M
Penghancuran berhala dewa Yaghuth di Dhu al-Kaffyan oleh Tufayl ibn ‘Amr al-Dawsi atas perintah Muhammad pada bulan January, 630 M
Penghancuran berhala dewa al-Manat di al-Kadid oleh Sa’d b. Zayd al-Ashhali atas perintah Muhammad —January, 630M
Penghancuran berhala dewa al-Lat di Taif oleh Abu Sufyan b. Harb—April, 631M
Penghancuran berhala dewa Wadd di Dumat al-Jandal oleh Khalid ibn Walid atas perintah Muhammad pada bulan April, 631M.
(ref. Ibn al-Kalbi, Hisham, “The Book of Idols (Kitab Al-Asnam))
dan masih banyak lagi daftarnya. Beli aja bukunya kalo penasaran.

Jadi kalau Muhammad masih hidup dan melihat Piramid atau Borobudur berdiri tegak, apakah yang akan dilakukannya? Apakah akan didiamkan saja patung2 Budha yang sedemikian banyaknya itu? Masih ingat penghancuran patung Buddha setinggi gedung bertingkat di Afghanistan oleh Taliban? Nah, yang dilakukan para Taliban itu adalah 100% sunnah nabi!!!

Shalom…

2 thoughts on “MEMBONGKAR KEDOK ISLAM (BUKTI BAHWA AL-QURAN ADALAH HASIL CONTEKAN DARI KITAB AGAMA LAIN)

    FilemonChrist said:
    September 27, 2014 pukul 5:48 pm

    Btul Itu…
    Islam Juga Mempunyai Ajaran Yg Sangat Tidak Meyakinkan…
    Menurut Alkitab, Bapa Kita Tidak Dibatasi Oleh Bahasa, Tempat, Ukuran, DLL.. Tapi LiatLah Awloh, tuhan Islam,
    bahwasannya Awloh Selalu Menerima Doa Berbahasa Arab Seperti yg Dikumandangkan oleh Kaum2 Islam Di Musolah Dan Masjid2…Bahwasannya Tuhan Yg Benar Adalah Tuhan Yg Tidak Dibatasi Oleh Bahasa, tuhan Yg dibatasi oleh bahasa bukanlah tuhan Yg Sesungguhnya
    Shalom For Admin

    Anonim said:
    Januari 30, 2015 pukul 7:47 am

    siapapun kamu menjelekan tentang allah, islam dan muhammad, nanti kamu yang akan rasakan sendiri di negeri akhirat, suatu saat kau akan merasakannya, untuk mu agama mu dan untuk ku agama ku, cam kan itu

Komentar ditutup.