Dusta Para Sarjana Islam, Ulama, dan Cendekiawan Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis..!!!

Posted on Updated on

 

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (1)

“Islam adalah agama terakhir”

Inilah dusta yang sudah sangat menyesatkan para-Muslim. Para-Muslim tidak pernah mempertanyakan kebenaran pernyataan tsb sebagaimana yang terus dikumandangkan oleh paracendekia mereka di rumah-rumah ibadah mereka, buku-buku, tempat-tempat pengajian, dsb di seluruh dunia. Inilah yang disebut iman BUTA.

Para-Muslim di seluruh dunia memang umat yang fanatik tanpa pengertian, tanpa akal. Mereka dilarang mengupas, apalagi mendiskusikan, ayat-ayat kitab mereka. Lihat saja status-status atau komen para-Muslim, mereka hanya copypaste ayat-ayat kitab mereka tanpa disertai penjelasan. Mereka mengira orang lain sama seperti mereka, akan percaya begitu saja ayat-ayat tsb. Mereka tidak pernah sadar bahwa orang lain menertawakan ayat-ayat tsb.

Pernyataan bahwa Islam adalah agama terakhir benar-benar adalah kebohongan. Para-Muslim haruslah membuka matahati dan pikirannya. Bacalah sejarah. Setelah Islam, muncul agama Ahmadiah (demikian juga ratusan agama lain bermunculan di berbagai belahan dunia). Fakta bahwa mereka menentang agama Ahmadiah tidaklah lantas berarti agama itu tidak ada. Sama seperti fakta bahwa Indonesia tidak mengakui Israel tidaklah berarti Israel itu tidak ada. Di Indonesia saja ada puluhan agama yang muncul setelah Islam. Pemerintah saja yang memberikan sebuah stigma politis terhadap agama-agama tsb dengan menyebutnya sebagai aliran-kepercayaan.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (2)

 Islam adalah agama terakhir”

Tak ada satu pun agama berasal dari Tuhan. Agama-agama murni adalah hasil olah pikir/imajinasi pencipta-pencipta agama itu untuk mendapatkan legitimasi untuk menarik umatnya. Agama murni usaha manusia untuk menemukan kembali Tuhan, karena ada sebuah kesadaran dalam diri manusia bahwa dirinya memerlukan kuasa dari luar dirinya untuk mengatur hidupnya.

Agama adalah spekulasi manusia mengenai Tuhan dan keinginan-Nya. “Tuhan memberikan agama agar manusia mencari-Nya” benar-benar adalah sebuah logika yang konyol. Tuhan tahu manusia tidak akan pernah menemukan-Nya dari usahanya sendiri.

Haruslah Tuhan itu sendiri yang datang untuk membuat manusia itu menemukan-Nya dengan mudah. Itulah Yesus yang datang 2000 tahun yang lalu.

Yesus adalah Tuhan dalam rupa/natur manusia,agar manusia mudah menemukan dan mengenal-Nya, agar manusia tidak perlu lagi menciptakan agama. Jika Tuhan datang dalam rupa/natur ketuhanan-Nya, maka tidak satu pun manusia akan sanggup berhadapan dengan-Nya,sebab Tuhan Mahasuci. Ingatlah bagaimana bangsa Israel menolak berhadapan langsung dengan Tuhan dan menyuruh Musa saja berhadapan dengan Tuhan mewakili mereka. Karena, mereka tidak sanggup berhadapan dengan Tuhan.

“Islam adalah agama terakhir” adalah benar-benar sebuah OMONG-KOSONG dan sebuah pernyataan yang terlalu BODOH. Tuhan sendiri sudah datang mendapatkan manusia, masak masih diperlukan agama untuk mencari-Nya?

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (3)

“Islam adalah agama penyempurna”

Inilah sebuah pernyataan yang paling bodoh yang pernah ada di muka bumi. Inilah sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa orang yang menyampaikannya dan meneruskannya adalah parapenipu-pembohong,atau

inilah sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa orang yang menyampaikannya dan meneruskannya adalah orang-orang yang tak mengenal sejarah pekerjaan Tuhan dalam hidup manusia. Orang-orang ini bukan hanya bodoh, tetapi lebih dari itu, paramunafik sejati. Iblislah yang menjadi bapa semua para pembohong-penipu.

Mari kita lihat bukti-bukti kebodohan pikiran di balik pernyataan tsb berikut ini:

Tema pekerjaan Tuhan dalam sejarah manusia,mulai dari Adam sampai ke Abraham, sampai ke Musa, lalu sampai ke Yesus (2000tahun yang lalu) adalah:

  • Keselamatan adalah anugerah Tuhan, bukan usaha manusia.
  • Manusia dengan segala amal-ibadahnya tidak mungkin menyucikan dirinya dan menghapus dosa-dosanya, lalu membawanya ke Surga.
  • Manusia memerlukan Tuhan sendiri untuk menyucikannya dan menyelamatkannya dan membawanya ke Surga. Itulah Yesus yang mati di kayu salib 2000 tahun yang lalu.
  • Kurban salib Yesuslah yang diperlukan oleh setiap manusia untuk penyucian dirinya dan keselamatannya.

Itulah pesan utama pekerjaan Tuhan dalam sejarah manusia.

Sedang, Islam adalah agama yang secara resmi menolak bahwa Tuhan menyelamatkan manusia. Islam menentang kemesiasan Yesus. Islam menolak bahwa Yesus adalah Tuhan. Islam meyakinkan umatnya bahwa amal-ibadah merekalah yang akan dipertimbangkan oleh Tuhan dalam memutuskan mereka akan ke Surga atau tidak. Islam mengajar bahwa dengan ibadah puasa sebulan penuh, mereka akan menyucikan diri dari dosa-dosa mereka.

Jadi, Islam menyangkal total semua pekerjaan Tuhan dalam sejarah manusia. Hanya manusia bodoh tak berakal yang menganggap MENYANGKAL sama dengan MENYEMPURNAKAN. Mari, segera tinggalkan kebodohanmu.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (4)

“Yesus tidak disalib”

Dari mulai sejak kecil, hal tsb sudah dicekokkan oleh paraguru ngaji dan ustad ke anak-anak para-Muslim. Dalam sebuah angkutan umum beberapa tahun yang lalu, secara kebetulan, saya mendengar anak-anak Muslim menyanyikan lagu “Yesus tidak disalib”. Jadi, dari sejak kecil, para-Muslim sudah diindoktrinasi berbagai kebohongan yang diciptakan oleh paracendekia mereka,dan ini berlangsung turun-temurun.

Mereka tidak pernah diajar untuk berpikir kritis dengan hal-hal yang disampaikan oleh paracendekia mereka, apalagi dengan ayat-ayat kitab mereka. Mereka bertumbuh besar dengan gambaran keliru mengenai Yesus dan karya salib-Nya. Mereka itulah yang hadir dalam berbagai page facebook membuat status dan komen yang mereka tidak pahami, yang hanya mereka dengar dari paracendekia mereka, tanpa pernah melakukan investigasi pribadi. Sebagian karena sifat malas, sebagian karena sifat bodoh, dan sebagian besar karena sifat penakut. Mereka terlalu malas mencari kebenaran. Benar-benar umat yang tolol.

Yesus disalib adalah sebuah fakta sejarah dan fakta rohani. Hanya paracendekia palsu dan bodoh yang menolak fakta tsb. Hanya umat yang tolol yang begitu saja percaya pada kata-kata parapenipu.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (5)

“Alkitab sudah diubah-ubah”

Pernyataan di atas benar-benar mengekspresikan ketidakmengertian paracendekia Muslim dari sejak Quran dikarang pengarangnya yang diwariskan sampai hari ini. Tampak jelas cara pandang mereka tentang firman Tuhan itu seperti apa. Mereka memandang firman TUhan bisa diungkapkan ke dalam dan melalui bahasa manusia dan jenis huruf-tulis manusia. Mereka memandang Quran adalah firman Tuhan, karena Quran ditulis hanya dengan satu bahasa dan satu jenis huruf tulis.

Jika firman Tuhan demikian, yaitu muat ditulis hanya dengan satu bahasa dan satu jenis huruf tulis, itulah sebuah tanda/indikasi bahwa itu BUKAN firman Tuhan sama sekali. Alkitab tidak cukup ditulis hanya oleh satu orang. Alkitab memerlukan puluhan tokoh penulis dengan puluhan karakter-kepribadiannya untuk mengungkapkan maksud-pikiran. Mengapa? Karena, Alkitab adalah firman Tuhan, bukan kata-kata manusia

Alkitab—kitab-kitab di dalamnya–ditulis oleh berbagai tokoh dari masa-masa yang berbeda. 5 Kitab Musa ditulis oleh Musa sendiri dalam masa Perjanjian Lama, puisi-puisi Daud, catatan-catatan hakim-hakim dan raja-raja pada masing-masing, kelima Injil setelah Yesus naik ke Surga,demikian juga surat-surat Paulus. Mengapa ditulis dari masa-masa yang berbeda? Karena, Alkitab adalah firman Tuhan,perkataan-perkataan Roh Tuhan, yang hidup, yang terus berbicara kepada manusia.

Maksud dan pikiran Tuhan senantiasa sama dari sejak penciptaan (kitab Kejadian) sampai Wahyu. Tema Alkitab tidak pernah berubah. Tema Alkitab adalah Tuhan bertindak menyelamatkan manusia dari hukuman dosa-Neraka mereka dengan mengurbankan Putra-Nya sendiri. Tidak ada jalan keselamatan bagi manusia selain melalui Kurban salib Yesus.

Para-Muslim harus mulai kritis dan meninggalkan perangai ditipu dan dibodoh-bodohi oleh paracendekia Muslim. Mulailah mencari kebenaran dari niat hatimu sendiri.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (6)

Seorang cendekiawan Muslim terkenal di Indonesia pernah menulis dalam salah satu tulisannya di rubrik khusus bulan Ramadhan di sebuah koran Nasional terkenal dua tahun yang lalu kira-kira berikut ini. Dia sedang membahas proses bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir.Dia mengutip peristiwa Musa melawan paradukun atau ahli sihir Firaun. Tetapi,perhatikanlah apa yang dikatakannya:

“Musa melawan paradukun atau ahli sihir orang-orang Ibrani…”

Sementara, dalam Perjanjian Lama, jelas, Musa melawan paradukun atau ahli sihir Firaun dalam mengadakan mujizat-mujizat di istana Firaun dan Tanah Mesir. Paradukun atau ahli sihir itu adalah kaki tangan Firaun untuk menentang kehendak Tuhan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir di bawah kepemimpinan Musa.

Cendekiawan tsb adalah seorang profesor, jadi sebagai seorang profesor, seharusnya dia tahu sejarah. Tetapi, dia ternyata memakai kacamata kuda,dia hanya melihat Quran. Dia tidak membaca sejarah. Jadilah, semua bahasannya sepanjang Ramadhan itu bahan tertawaan.

Saya membayangkan, jika para-Muslim tetap bersikap malas dan tidak mau mencari kebenaran dari niatnya sendiri, orang-orang seperti cendekia tsb akan terus memperdaya mereka, membohongi mereka. Orang-orang seperti akan tetap ada dan laris-manis selama para-Muslim tidak berubah.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (7)

Jika kita perhatikan suasana kuliah-kuliah subuh yang diadakan oleh hampir semua stasiun tv nasional setiap pagi, makakita akan memperhatikan, satu orang cendekiawan berkhotbah atau membawakan sebuah materi dari Quran. Gaya paracendekia itu bervariasi mulai dari yang serius, sampai yang bergaya ala pelawak dalam berbicara maupun bertingkah laku. Lalu, di sekeliling cendekiawan tsb, duduklah parahadirin. Nah, yang menarik perhatian saya bukanlah paracendekia itu, melainkan parahadirin tsb. Mereka terlihat khusuk mendengar, diselingidengan tertawa setiap kali lelucon disampaikan oleh pembicara pada waktu tsb. Saya bertanya dalam hati, “Apakah parahadirinitu, sekembalinya di rumah, menyelidiki sendiri perkataan-perkataanparacendekia itu untuk mengetahui kebenarannya?”

Hati saya kemudian miris. Mengapa? Karena, STEREOTIP ini pun muncul otomatis di dalam pikiran saya,

“Para-Muslim adalah orang-orang yang tidak pernah mempertanyakan hal-hal yang dikatakan oleh paracendekia mereka, apalagi ayat-ayat dalam kitab mereka”

Sulit sekali stereotip tsb hilang dari pikiran saya, karena belum ada bukti bahwa para-Muslim bukan seperti stereotip tsb. Jadi, mereka pulang dengan iman yang ‘dikuatkan’, yakni IMAN BUTA. Mereka tidak pernah berani mencari kebenaran.

Situasi di atas sangat kontras dengan situasi orang-orang yang percaya pada Yesus ketika mereka mulai mempercayai Yesus. Saya masih ingat, awal saya mengenal Tuhan di kampus saya. Kami semua diingatkan untuk menelaah Alkitab, mempelajarinya setiap hari, merenungkannya setiap hari, mempertanyakannya, agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran sesat; juga agar tidak mudah disesatkan secara tidak sengaja oleh khotbah pendeta atau pembawa firmanTuhan, baik di gereja maupun di persekutuan, yang tidak didasarkan pada Alkitab. Kami diajar untuk menyelidiki ajaran parapendeta dan pembicara itu di rumah masing-masing untuk memastikan kebenarannya berdasarkan Alkitab. Jika yang mereka ajarkan benar berdasarkan Alkitab, maka kami mengaminkan ajaran-ajaran mereka. Sebaliknya, jika tidak benar, kami menolaknya sebagai ajaran yang sehat.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (8)

Salah satu senjata pamungkas paracendekia Muslim untuk membungkam hasrat umat untuk mengkritisi Quran adalah:

Mempertanyakan Quran—ayat-ayat didalamnya—sama dengan menghujat Tuhan, sama dengan perbuatan menentang Tuhan, sama dengan murtad.

Itulah sumber legitimasi paracendekia tsb untuk memanipulasi umat. Itulah yang membuat para-Muslim tidak berani bersikap kritis. Itulah yang membuat mereka tidak berani atau malas mencari kebenaran. Di bagian lain dunia (Pakistan, dll), melakukan hal tsb berarti dibunuh, nyawanya halal untuk dicabut.

Mengapa senjata pamungkas tsb dipakai oleh paracendekia itu? Karena, mereka takut (paranoid) jika umat mengetahui berbagai kebohongan, perkara tak masuk akal dan konyol dalam Quran, mereka (paraumat itu) akan meninggalkan Islam. Karena, paracendekia itu sendiri tahu hal-hal tsb dan mereka tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh umat.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (9)

Kristenisasi 

Kristenisasi adaah istilah-klasik ciptaan paracendekia yang mengalir dari sikap hati yang PARANOID. Paranoid adalah orang atau keadaan psikologis orang yang takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau menakuti sesuatu secara amat berlebihan melebihi yang diperlukan untuk menghindar dari bahaya tsb.

Orang paranoid menciptakan sendiri di dalam pikirannya sesosok MONSTER. Tadinya, itu bukan monster, hanya khayalan biasa atau hanya bahaya biasa. Tetapi, orang paranoid gemar memberi ‘bayi’ tsb ‘makan’ setiap hari, bahkan berkali-kali setiap hari, sehingga tanpa disadarinya, bayi tsb makin lama makin bertambah besar dan besar sampai menjadi sesosok MONSTER yang menakutkannya secara luar biasa. Hanya dia atau orang-orang seperti dia yang melihat monster tsb. Orang-orang lain tidak ada yang melihatnya demikian.

Kelakuan orang-orang paranoid itu sekarang menjadi aneh bagi orang-orang: takut ini takut itu, tidak melakukan ini-itu, melarang ini-itu, memperingatkan orang-orang akan Monster tsb, mengumandangkan tanda bahaya dengan monster tsb, dsb, dsb.

KRISTENISASI adalah MONSTER yang diciptakan sendiri oleh orang-orang paranoid di dalam pikiran mereka.
Dan, yang paling sering mengumbar kata ‘kristenisasi’ adalah paracedekia.

Kristenisasi itu tidak pernah ada.

Yang ada hanyalah penyampaian kabar baik bagi semua orang bahwa Yesus adalah Juruslamat satu-satunya bagi manusia dan Yesus adalah Tuhan. Dan penyampaian itu sendiri adalah KEKUATAN Tuhan. Tuhan sendiri langsung turun tangan menyampaikan kabar baik itu ke dalam hati setiap orang, dan menyelamatkan setiap orang yang percaya dengan berita itu.

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (10)

KRISTENISASI adalah monster ciptaan paracendekia, paracendekia gadungan.

Mereka ketakutan sendiri pada sesuatu yang tidak pernah ada dan tidak pernah akan ada.

Kabar baiknya adalah Keluarga Gus Dur hadir di Ibadah Natal GKI Yasmin. Artinya, tidak semua orang begitu saja percaya dengan isapan jempol paraparanoid. Mereka–Keluarga Gus Dur–tahu persis kristenisasi itu tidak pernah ada. Mereka (saya percaya lebih banyak lagi orang-orang beragama yang seperti mereka) adalah orang-orang beragama yang sehat, yang memiliki percaya-diri yang sehat dengan agama mereka.

Mengapa paracendekia gemar menyuarakan,“Kristenisasi, awas, Kristenisasi!”?

Karena, mereka harus mempertahankan kekuasaan mereka, popularitas mereka, kehidupan mereka. (Fenomena tsb tidaklah baru, sudah terjadi dari dulu, terjadi di zaman Yesus. Yesus disalibkan karena paraimam ketakutan kekuasaan mereka, popularitas mereka, kehidupan mereka akan lenyap jika orang-orang Israel percaya dan mengikut Yesus). Jadi, paracendekia itu perlu menciptakan musuh bersama. Paracendekia itu perlu menciptakan ‘keadaan bahaya’ untuk membangkitkan ‘awareness’ umat. Dan, musuh ciptaan itu adalah KRISTENISASI.

Orang-orang normal tahu bahwa keadaan bahaya maupun awareness itu hanyalah rekaan, rekaan paracendekia

Dusta Paracendekia Muslim yang Diterima tanpa Bersikap Kritis oleh Umat Islam di Seluruh Dunia (11)

KRISTENISASI itu tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada.

Kristenisasi artinya mengagamakristenkan orang-orang yang bukan beragama Kristen—khususnya para-Muslim—karena para-Muslimlah (paracendekianya) yang menciptakan dan mengampanyekan istilah ini.

Supaya disebut sebagai kristenisasi, haruslah terpenuhi beberapa syarat seperti:

  • – ada target dan ada programnya.
  • – ada eksekusi, biasanya dalam kasus lain, eksekusi ini berupa pemaksaan
  • – dll

Tidak ada satu pun lembaga gereja di dunia ini (gereja yang mengakui Yesus sebagai Juruslamat satu-satunya dan Tuhan dan mengakui Alkitab sebagai firman Tuhan satu-satunya) memiliki target dan program atau AD/ART, yaitu membuat orang-orang beragama Islam (khususnya) menjadi beragama Kristen setelah melalui penginjilan dan atau memaksa para-Muslim menjadi Kristen.

Misi yang diemban oleh, baik gereja-gereja maupun lembaga-lembaga penginjilan yang sejati, hanyalah MENGABARKAN KASIH TUHAN yang sangat besar kepada manusia.

Apa kasih Tuhan itu?

Itulah tindakan-Nya: mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dan Neraka mereka dengan mengurbankan Anak-Nya sendiri sebagai tumbalnya. Hanya yang memercayai berita itu yang akan diselamatkan.

Gereja, lembaga misi, maupun orang-orang yang percaya pada Yesus tidak pernah mengurusi agama maupun perpindahan agama seseorang. Sebuah urusan yang tidak ada gunanya. Hati mereka hanya ada pada NASIB KEKAL orang-orang yang tidak percaya pada Yesus, yang pasti hanya punya pilihan pergi ke Neraka, jika mereka tidak diberitahu tentang kabar baik tsb.

Yeshua Mesias

Shalom……