17 Alasan Kami Murtad dari Islam

Posted on Updated on

1. Allah  SWT bukan Tuhan 

“Jika ada yang bilang Allah SWT artinya Tuhan, maka tolaklah.” 

Murtadis yang telah meninggalkan Islam

Jika kita mengikuti jalan pikiran muslim, ‘Allah’ artinya “Sang Tuhan.”
Meski begitu ucapan la ila ha illalah telah membuat kata “allah” bukan lagi berarti “sang tuhan” melainkan sudah berarti “tuhan yang itu.”
Buktinya jika kita terjemahkan kata la ila ha illah maka artinya “tiada tuhan selain sang tuhan”. kalimat ini masih aneh. Tuhan dan sang tuhan jika dibuat dalam ucapan itu kan sama saja. Ucapan ini janggal jika diartikan begitu. Karena itulah arti sebenarnya dari allah adalah:

allah = Tuhan yang itu —> yang dibicarakan di al quran dan hadist –> yang sesuai dengan anggapan-anggapan Muhammad dan org arab saat itu.

Jadi jika ada org bicara “Tuhan itu bukan tempatnya kalian mengulang-ulang kata ‘astagfirullah’ kata ini tak relevan lagi untuk diwiridkan karena semua kan sudah diatur Tuhan dalam hukum-hukum alam. jika bersalah yang bertanggungjawab saja, jika menyesal dan sedih krn salah yang tunggu saja hari-hari pembalasan karma. jika memang sedih maka gembiralah di hari-hari pembalasan karma itu” maka muhammad pasti tak setuju dengan ini dan akan mengucap “la ila ha illah = tiada tuhan selain yg seperti aku bicarakan.”

Penjelasan di atas hanya jika kita berbicara sesuai pikiran muslim. Tapi walau bagaimanapun Alquran adalah bukti nyata yang menyebutkan posisi Allah adalah dewa di antara dewa-dewa lain di Arab saat itu. “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari dewa mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” – QS Al-Baqarah 2:62

Dikatakan pula “…..Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. ” – Q.S Al Hajj 22:47
yang menunjukkan lokasi Allah masih di salah satu 31 alam dunia yang diajarkan Buddha, dimana masing-masing dunia tersebut mempunyai time frame yang berbeda-beda.

Masih mau bicara Allah = Al-ilah? Itu cuma dalam mimpi muslim. Allah jelas bukan berasal dari hamzah, lam, ha karena secara ilmu shorof (ilmu yg menguraikan kata kerja) tidak pernah ditemukan, baik fiil madhinya/past tense, mudhori’nya/present continuous tense maupun mashdarnya/kata kerja yg tidak ada waktunya atau sumber kata. Yang ada hamzah, lam, lam, ha atau allaha (الَّهَ ), tetapi kalau diuraikan secara wazan/ukuran/timbangan dalam ilmu shorof juga tdk bisa menjadi Allah.

2. Nama-Nama Tuhan yang disebut Asmaul Husna itu tidak mencerminkan Tuhan yang sesungguhnya.

Tuhan tak mungkin terpengaruh dengan sifat yang ia ciptakan sendiri. Muslim yang sudah berpendidikan pun menjadi malu dengan agama yang ia yakini dan mencoba mengubahnya dengan arti-arti baru seperti di situs http://id.wikipedia.org/wiki/Asmaaul_Husna
Ar Rahman yang berarti Sang Pengasih telah diubah menjadi Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih.
Tapi tak apa, nanti bisa Kami kembalikan artinya seperti semula, dengan mengucap mantra Harumnya kayu cendana tak dapat melawan arah angin. Harumnya kebenaran dapat melawan arah angin.
Ajaran kami akan menyapu bersih ajaran Islam, ini sudah digariskan oleh Tuhan.
Agama kami sendiri sudah difirmankan nama-nama baru yang lebih benar. Kelak akan Saya berikan.

3. Beberapa wirid dalam Islam sudah tak relevan lagi untuk diteruskan 

Selain yang Kami katakan soal “astagfirulah” sebelumnya juga soal di bawah ini:

Subhanallah = maha suci allah.
Suci dan murni artinya beda.
Org berkata “air murni”, “air suci”, artinya beda kan.
Manusia menjadi murni tak bisa, krn murninya manusia hanya “bodoh, sombong, tak peduli.”
Manusia menjadi suci bisa.
Tapi tuhan tak bisa menjadi suci. Bahkan melekatkan kata “suci” pada tuhan hanya dilakukan oleh umat agama yang tak tahu apa-apa.
kata “suci” berarti telah terjadi satu intervensi untuk mengubah yang buruk menjadi baik. sedangkan kata “murni” berarti “dari asal mulanya memang sudah begitu apa adanya.”
Karena itulah kata “subhanallah” sudah tak valid lagi untuk diwiridkan. bahkan bagi muslim yang sadar tapi terus mewiridkannya akan berdosa jika menujukannya untuk Tuhan. Tapi jika menujukannya untuk allah memang tak berdosa karena allah bukan tuhan. hanya dewa arab.

Kemudian untuk apa berkata Insya Allah.
Andai Allah itu artinya Tuhan, bukankah Tuhan sudah pasti mengizinkan kita untuk berencana. Ini saya kasih mantra pengganti insya allah, yaitu: “Jika karma memungkinkan.”
Contoh: “Ya saya akan datang ke rumah Anda, jika karma memungkinkan.”
Tentusaja lain islam lain agama saya, di agama saya mantra ini tak perlu terus-menerus diucap. Yang penting itu kesadarannya sudah sampai atau belum.

Untuk apa berkata “Alhamdulillah”. Nikmat didapat bukan karena diberi Tuhan melainkan diusahakan dengan kerja sendiri. Sekarang Saya kasih kalian mantra penggantinya yaitu, “Semoga kenikmatan ini bisa kugunakan untuk Dharma.” Misalnya baru bersetubuh ada rasa puas, rasa puas itu digunakan sebagai latihan untuk lepas dari nafsu seks sedikit demi sedikit.
Contoh lain: Baru punya mobil baru, daripada mengucap alhamdulillah lebih baik mengucap mantra Semoga kenikmatan ini bisa kugunakan untuk Dharma.
Memang jika pakai bahasa indonesia jadi tampak kurang keren, tapi ini soal gampang karena Saya sudah ciptakan bahasa baru yang mengandung kekuatan super jika dipakai terus.
Orang Indonesia mengajak kita untuk berbahasa indonesia yang baik dan benar, sedangkan bahasa yang dikasih masih kalah kekuatannya dibandingkan bahasa inggris atau bahasa jepang.
Bahasa arab memang kuat tapi bahasa itu khusus untuk daerah padang pasir untuk menimbulkan efek air. Jika orang Indonesia yang memakai, nanti bisa mudah pilek, dan kalau wanita vaginanya mudah becek.
Tunggu kehadiran bahasa Saya yang merupakan gabungan banyak bahasa kuat.

4. Dalam Al-Quran banyak ayat-ayat pagan

Buktinya surat At Tiin.
Berhati-hatilah terhadap muslim yang mencoba mengubah-ubah tafsir surat at tiin. Untuk mewaspadainya lihat contoh di bawah:
Demi kesehatan, Allah berkata “kebersihan adalah sebagian dari iman”
Demi buah Tin, Allah berkata “kebersihan adalah sebagian dari iman.”

Berhati-hatilah dengan segala usaha mereka bersilat lidah di milis-milis.

5. Banyak kontradiksi dalam Alquran

1. Orang-orang Islam mempunyai berapa ramai ibu?

a. Hanya satu:
Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, tiadalah isteri mereka itu ibu-ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain HANYALAH wanita yang melahirkan mereka.Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta.Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 58:2)

b. Lebih dari seorang:
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama).Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah). (QS. 33:6)

2. Kalimat-kalimat Allah berubah atau tidak?

a. Tiada perubahan
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)

b. Ada perubahan
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata:”Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS. 16:101)
Apa saja ayat yang kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:106)

6. AlQuran mengajarkan bahwa kekerasan harus dibalas kekerasan

Q 9:39
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q 9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
(wah..wah… Buddha juga menemui banyak orang salah, tapi jika salah bukan berarti harus dikerasi. Itu manusia bernama Siddharta yang bilang. nah ini ‘Tuhan’ muslim justru menganjurkan kekerasan. Coba ditelaah dulu sudah benar atau belum agamamu itu).

Q 2:216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak (pula) mengetahui. (Tuhan muslim merayu hambanya untuk menumpahkan darah)

Q 5:33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Q 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling (berubah agama), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya

Q 9:5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.
(jadi tak usah malu jika kembali bernafsu setelah bulan puasa, bukankah pendahulu Anda pun demikian juga).

Q 5:45
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.

Q 9:123
Hai orang-orang yang beriman, bunuhlah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

Q 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (‘Tuhan’ muslim menciptakan manusia hanya untuk diadu.)

7. Kebijaksanaan Allah  SWT yang kejam bukan cuma berlaku di saat perang tapi juga di saat sedang damai 

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” – Q.S. Al-Maidah 5.38.

Di sini kita bisa melihat ‘keadilan’ Islam yang masih kalah dengan keadilan alam yang sebenarnya.
Jika menurut alam, orang yang mencuri seharusnya berakhir dengan dicuri, bukan dengan dipotong tanganya.

Mungkin ada di antara kita yang berpikir kenapa orang berzina hukumannya harus dengan dilempar batu sampai mati? Ternyata Muhammad terinspirasi dari kelakuan monyet-monyet yang menemukan ada monyet yang berzina.

“Dikisahkan oleh Amir bin Maimun:
Selama jaman pra-Islam, saya melihat seekor monyet betina dikelilingi sekelompok monyet. Mereka semua melemparinya dengan batu, karena monyet itu telah melakukan perzinahan. Aku juga ikut melempar bersama mereka.” (H.R. Bukhari Volume 5, Book 58, Number 188).

8. Bahasa Arab yang tetap digunakan untuk menyatukan muslim tak cocok dengan lidah orang indonesia

Kasus shalat bilingual itu sudah mendekati langkah benar menuju Tuhan. yang lebih benar lagi adalah jangan bilingual tapi sholat pake bahasa indonesia saja.
ini bukan pelajaran saya tertinggi, ada yang lebih tinggi dari ini, tapi sementara kalian pelajari ini dulu.

9. Shalat versi islam itu tak sopan

Masa menghadap Tuhan sambil berdiri. Kami sudah menciptakan gerakan shalat versi baru, tanpa posisi berdiri, tapi dengan satu posisi telentang dengan kaki dilipat ke belakang. Sedangkan posisi-posisi lain masih ada posisi duduk dan posisi sujud.
Jika saya sudah bicara begini, nanti pasti yang yang ngomong, “ah, kaki itu kan harus dimanfaatkan untuk menyembah-Nya.” Ini satu pendapat salah.
Shalat bukan meditasi, karena otak harus bekerja untuk menghafal tiap rakaat. Kemuliaan meditasi jauh berada di atas kemuliaan shalat. Jadi, tolong untuk muslim-muslim segera melakukan “tobat” nasional, meski sebenarnya kata ‘tobat’ sendiri salah, karena kesadaran itu soal proses, bukan hasil instant yang bernama ‘tobat.’ Dasar tolol.
Kembali ke soal shalat, shalat tuh bukan termasuk ‘perbuatan baik’ melainkan hanya termasuk ‘perbuatan religious’. Kalau mau buat alasan ‘kaki harus berbuat baik’, maka pergilah ke toko buku buat beli buku buddha, jangan buku-buku new age, karena buku-buku ini cuma putar-putar saja.
Aliran buddha yang benar: Theravada.
Kitab buddha yang asli: Tipitaka (kitab seperti sutra hati tak benar meski mengajarkan kebaikan)
Situs buku: http://www.karaniya.com/ dan http://www.ehipassiko.net/html/index.htm
Buku sejarah Buddha yang benar cuma terbitan indonesia berjudul “kronologi hidup buddha” dan terbitan luar negeri berjudul “the chronicles of buddha.”
Situs pelajaran buddha yang bagus http://www.samaggi-phala.or.id/
Majalah buddha yang bermutu adalah “sinar dharma” tapi perlu diketahui bahwa ada juga majalah hindu berjudul sama, jadi jangan sampai salah.
Semua umat Islam dan buddhist hendaknya mematuhi petunjuk Saya ini. Jika tidak, maka sesuatu yang sangat buruk akan terjadi.

10. Sunat merusak generasi muda

Anda telah dicecoki dengan pendapat bahwa sunat itu lebih higienis dan lebih aman bagi kesehatan. Tapi sebenarnya dalam masyarakat yang tak diwajibkan sunat penyakit seksual justru sangat minim. Justru penyakit-penyakit seksual lebih banyak dialami oleh kelompok masyarakat yang mewajibkan sunat.
Yang menjadi masalah dengan sunat adalah bila pria itu kencing, air kencing langsung keluar.Kalau ia belum disunat, air kencing akan melewati kulit dan membasahi permukaan penis dan kulit penutupnya. Demikian, air kencing itu membasmi bakteri-bakteri yang mungkin melekat pada permukaan penis.
Air kencing, terutama pada pagi hari mengandung beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Itu sebabnya tradisi-tradisi kuno di timur, seperti Mesir, Cina, dan India, tak pernah menganjurkan sunat. Jangan lupa, tradisi-tradisi kuno tersebut pernah mendapat tingkat pengetahuan yang sangat tinggi dalam bidang medis dan kesehatan. Dari mereka kita mendapatkan tehnik-tehnik pemijatan, akupuntur, ramuan, bahkan pembedahan, dll. Jangan anggap mereka bodoh. Jika mereka anggap itu perlu mereka pasti akan melakukannya. Mereka adalah tradisi-tradisi yang melahirkan teks-teks tentang pendidikan seks. Pada masanya, mereka telah banyak melakukan penelitian atau riset dalam bidang seks. Pengetahuan mereka sudah cukup luas.
Namun bagi mereka yang terlanjur disunat ada jalan keluarnya, yaitu sehari sekali masukkan penis Anda dalam silinder atau gelas yang berisi air kencing Anda sendiri, biarkan terendam selama beberapa menit. Dengan begitu Anda akan berhasil menghindari berbagai macam penyakit seksual. (Ini hanya bagi orang mengkhawatirkan adanya penularan seks. Jika yakin aman maka tak perlu melakukan ini).
Sunat dibenarkan Islam karena pada saat itu manusia arab kekurangan air. Mereka tak selalu dapat membersihkan penis setelah melakukan hubungan seks. Karena itulah mereka mewajibkan sunat.
Jika sudah tahu sunat itu salah tapi kalian tetap melakukan pada anak-anak kalian berarti kalian bukan manusia lagi.

11. Islam tak punya ajaran cinta

Menjatuhkan lutut pada Tuhan tak berarti cinta, itu cuma tanda tunduk pada kekuasaanNya karena anda makhlukNya.
Jadi, ayat-ayat penyembahan di quran bukanlah ayat-ayat cinta. Hanya ayat-ayat penyembahan.

12. Islam tak cinta pada hewan

mana bukti ajaran untuk mencintai hewan di quran?

13. Hadist islam terus-menerus dipalsukan, ditambah, dan dikurangi

contoh hadist palsu. hadist muhammad diludah orang kafir lalu diam saja malah mengasihinya adalah contoh hadist palsu. Sudah saya trawang.

14. Tak ada bukti kelahiran kembali di quran

Tak ada istilah “ayat-ayat tersirat” yang ada hanya “ayat-ayat tak jelas.” ayat-ayat ini tak kuat untuk mendukung adanya kelahiran kembali, karena mudah untuk dimanipulasi tafsirnya.
sekarang andaikan kita terima omong kosong ini. Andaikan kita terima ada ayat kelahiran kembali di islam lalu setelah itu mau apa lagi? Tetap harus lari ke buddha juga untuk berlatih agar tak lahir lagi kan ? karena di islam tak diajarkan latihannya.

15. Puasa islam itu merusak tubuh, tak sesuai dengan tubuh fisik dan tubuh mental

Puasa yang benar adalah puasanya Sang Buddha.
Puasa islam = dari pagi sampai magrib.
Puasa buddha = dari magrib sampai malam.
Tak heran jika muhammad tak sanggup menjalankannya setiap hari. “cukup satu bulan saja” kata beliau.
Lagipula jin saya berkata pada saya, “kamu tahu kenapa muhammad tak mau puasa malam? Karena malam adalah saat ia hubungan seks dengan istri-istrinya.” Memang benar. Malam cuacanya dingin, enak untuk ML, dan cocok untuk muhammad yang berfisik besar. Fisik besar cenderung gila seks, makanya jangan menyalahkan orang barat. Tirulah Sang Buddha yang dikarunia tubuh sehat dan kelamin berselaput sakti. Tapi memilih melatih agar tak tergoda sensasi-sensasi enak dari kelaminnya. Tirulah Buddha, jangan meniru Muhammad.

Puasa malam cocok karena bisa dipadu zikir dan meditasi di keheningan malam. “Kujadikan siang untuk mencari nafkah dan malam untuk beribadah,” begitu kata Allah (Tuhan sesuai asumsi muslim).
Puasa siang merusak tubuh dan tak ada gunanya. Puasa malam adalah yang lebih tepat karena bisa dijadikan gaya hidup setiap harinya. Dan akhirnya lebih mudah mencapai kualitas manusia suci.

16. Tingkat kesadaran Muhammad belum tinggi

Sebagai nabi seharusnya tingkat kesadarannya lebih tinggi dari umatnya. Tapi Muhammad belum mencapai tingkat sufi, tak punya kebijaksanaan hanya punya peraturan-peraturan saja, misalnya cuci kaki sebelum tidur, cuci tangan sebelum makan, dsb.
ada orang muslim berkata, “ah buku buku buddha kan isinya cuma kebijaksanaan saja.”
Saya tak akan bicara soal Buddha, jika muslim tak tahu buddhism itu bagus, karena jika sampai mereka tahu maka mereka akan Saya islamkan kembali supaya mereka tetap original muslimnya (Kecuali jika dia sudah murtad baru boleh belajar ilmu lain.) (jangan mimpi untuk membuat islam menjadi indah selama masih ada Saya. Saya hidup dalam darah kalian. Jika tak percaya, coba meditasi sampai mencapai tingkat “Dasar dari ketiadaan.” Coba lihat siapa yang duduk dalam satu sel kalian.)

17. Tradisi dalam Islam sangat bertentangan dengan Dharma (ajaran yang paling benar dan wajib/dharma untuk dikerjakan) 

a. Para muslim sangat munafik. Mereka menghujat homosexualitas padahal Muhammad sendiri juga suka laki-laki.

“Dan berkeliling di sekitar mereka remaja pria untuk (melayani)
mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.” – QS. 52:24.

“Mereka dikelilingi oleh remaja pria yang tetap muda.” – QS. 56:17.

“Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan pria yang tetap muda.
Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka mutiara
yang bertaburan.” – QS – 76:19.

b. Dalam Islam, jika orang mati maka ia harus dimandikan dulu. Ini sungguh tolol.
Buddha berkata, “fisik hanya 32 bagian yg memiliki sembilan lubang yang terus-menerus mengeluarkan kotoran.”
Jadi, sudah benar jika dalam tradisi agama buddha, mayat kemudian dibakar, bukan dimandikan seperti dalam Islam.

c. Bahkan dalam Islam ada pula istilah “menyucikan indra” ini lebih tolol lagi.
Buddha berkata, yang bisa disucikan itu cuma mental, bukan indra. Dimana indra dan organ-organ tubuh hanya berfungsi sebagai pelaksana mental.
Shalat tak bisa menyucikan indra, indra tak bisa disucikan. tapi indra dipakai untuk menyucikan mental. Jadi, kata yang tepat adalah menyucikan mental, bukan menyucikan fisik. Berhubung entah fisik itu bermutu atau tidak tetap saja akan hancur. Meski diisi reiki, atau diisi energy yang katanya suci, tetap saja fisik akan hancur. karena fisik cuma penunjang mental. Yang lebih berperan tetap mental. Anda tak akan bawa fisik bereiki ke kehidupan selanjutnya, tapi yang Anda bawa cuma pengetahuan akan reiki.

d. Islam memaksa orang untuk percaya dengan alasan sebagai agama langit.
Buddha berpesan dalam kalama sutta, yang salah satu point berbunyi: “Janganlah mempercayai suatu ajaran hanya karena ajaran itu diwahyukan.”
Jadi, meskipun suatu agama termasuk agama langit, tapi bukan berarti benar.
Karena jika kita simak Islam, Islam itu memang menyuguhkan sedikit tehnik pembersihan fisik, tapi Muhammad tenang-tenang saja melihat ayat-ayat kekerasan di Al-Quran. Berarti dia bukan termasuk nabi yang baik.

e. Sekarang siapa yang mau pacaran dengan cewek berjilbab. Semua orang tahu cewek berjilbab itu fisiknya bau banget.
Agama Islam membuat fisik pengikutnya melar dan kebanyakan lemak. Lebih bagus keterbukaan gaya barat. Dengan gaya hidup seperti ini, seorang wanita akan malu berbikini di pantai dan dia akan sport dulu. Sport ini akhirnya membuat fisiknya sehat. Fisik sehat, mentalnya ikut sehat.
Sebenarnya masih banyak kesalahan ajaran Islam, misalnya soal Alquran yang tak sesuai dengan science (dua tempat terbit matahari, matahari terbenam di lumpur, kapal bergerak hanya jika ada angin, bumi rata dan dihamparkan seperti karpet, menjadikan langit sebagai atap, menjaga agar atap itu tak jatuh ke bumi, melempar setan yang lewat dengan memakai komet, di atas bumi yang rata diletakkan gunung-gunung agar tak guncang selama berada di atas punggung ikan paus yang bernama Nun, dsb) tapi tak kami uraikan lagi di sini karena terlalu panjang.

“Pada pokoknya yang ingin kami sampaikan adalah, masih banyak kerugian-kerugian yang ditimbulkan Islam kepada pengikutnya.”

Shalom…..